
BOGORTODAY.COM – Dalam menjalani kehidupan, manusia senantiasa dihadapkan pada berbagai pilihan, tantangan, dan perjuangan untuk meraih tujuan. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengajarkan tentang ibadah spiritual, tetapi juga menekankan pentingnya ikhtiar atau usaha sungguh-sungguh sebagai bentuk tanggung jawab manusia di dunia.
Apa Itu Ikhtiar?
Dikutip dari buku Diabaikan Allah Dibenci Rasulullah karya Rizem Aizid, ikhtiar secara sederhana berarti usaha atau upaya.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ikhtiar diartikan sebagai alat atau syarat untuk mencapai maksud, pilihan, usaha, dan daya upaya.
Dalam istilah Islam, ikhtiar adalah usaha yang dilakukan secara sadar, sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab, dengan keyakinan bahwa hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah SWT melalui sikap tawakal.
Ikhtiar bukanlah sekadar pilihan bebas, melainkan bentuk pengakuan terhadap hukum sebab-akibat (sunnatullah) yang berlaku di alam semesta.
Dalil Ikhtiar dalam Al-Qur’an dan Hadits
Al-Qur’an telah menegaskan pentingnya ikhtiar dalam membentuk perubahan hidup. Dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11, Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…” (QS Ar-Ra’d: 11)
Ayat ini menunjukkan bahwa perubahan nasib atau keadaan seseorang tidak terjadi tanpa usaha. Allah menuntut manusia untuk bergerak, berusaha, dan memperbaiki diri sebelum mengharapkan pertolongan-Nya.
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Berusahalah (berikhtiarlah) untuk mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah.” (HR Muslim)
Hadits ini menggarisbawahi bahwa seorang Muslim tidak boleh hanya berpasrah tanpa usaha. Sebaliknya, Islam mendorong umatnya untuk aktif dan produktif dalam menghadapi tantangan hidup.
Ikhtiar dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam praktiknya, ikhtiar mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti:
- Mencari rezeki: bekerja dan berwirausaha dengan jujur serta profesional.
- Menjaga kesehatan: berolahraga, makan sehat, dan berobat saat sakit.
- Menuntut ilmu: belajar dengan tekun untuk mengembangkan potensi diri.
- Memperbaiki diri: memperbanyak amal saleh dan meninggalkan perbuatan buruk.
Dengan ikhtiar, seorang Muslim menunjukkan kesungguhan dalam menghadapi hidup dan menjalani peran sebagai khalifah di muka bumi.
Hubungan Ikhtiar dan Tawakal
Ikhtiar dan tawakal adalah dua hal yang tak terpisahkan. Dalam buku Super Spiritual Quotient (SSQ) karya Dr. Syahrul Akmal Latif, dijelaskan bahwa:
- Ikhtiar adalah usaha lahiriah, dilakukan dengan akal, tenaga, dan waktu.
- Tawakal adalah penyerahan batiniah, berserah diri kepada Allah atas hasil usaha tersebut.
Imam Al-Ghazali dengan bijak berkata, “Tawakal tanpa ikhtiar adalah kemalasan, dan ikhtiar tanpa tawakal adalah kesombongan.” Artinya, keseimbangan antara bekerja keras dan pasrah kepada Allah adalah kunci ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Ikhtiar adalah kewajiban dalam Islam yang menunjukkan bahwa manusia harus aktif dan bertanggung jawab dalam menjalani hidup.
Islam tidak mengajarkan umatnya untuk berpangku tangan, tetapi mendorong mereka untuk berusaha maksimal diiringi doa dan tawakal kepada Allah SWT.
Dengan berikhtiar, manusia tidak hanya menjalankan sunnatullah, tetapi juga memperkuat imannya kepada Allah—bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan niat baik dan cara yang halal akan mendapat balasan terbaik dari-Nya.
“Berusaha dan bertawakallah, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.”***
Sumber: detikcom
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















