
Ia menegaskan bahwa alokasi belanja untuk sektor pendidikan mencapai 22,55 persen dan sektor kesehatan 17,98 persen, melebihi ketentuan minimal yang diamanatkan peraturan perundang-undangan.
“Di 2024, sektor kesehatan dan pendidikan itu rata-rata di atas batas ketentuan ketetapan undang-undang, nilai totalnya hampir di atas 100 miliar rupiah. Jadi artinya memang di sektor kesehatan dan pendidikan tetap menjadi perhatian, dan kedepannya akan terus seperti itu,” ucap Dedie Rachim.
Selain itu, beberapa program strategis lainnya juga dianggarkan, seperti pengadaan tanah untuk penanganan longsor di kawasan Batu Tulis, pengembangan layanan angkutan massal, pembangunan command center, pemasangan CCTV dan penyediaan WiFi publik, serta kenaikan honor untuk RT/RW, LPM, dan guru ngaji.
Tak hanya itu, Pemkot Bogor juga mengalokasikan dana cadangan untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dengan dukungan tambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Dedie Rachim juga menyinggung rencana efisiensi operasional di RSUD Kota Bogor untuk memastikan layanan kembali berjalan optimal.
“Kami sedang berupaya mencari solusi bagaimana RSUD kita bisa kembali berjalan dengan lancar dan efisien, tentunya di tengah efisiensi ini,” jelasnya.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















