Tarif Impor 15% untuk Jepang Tuai Protes: Industri Mobil AS Teriakkan Ketidakadilan

Jepang
Ilustrasi Industri Mobil AS. (News)

BOGORTODAY.COM – Kelompok produsen otomotif raksasa di Amerika Serikat menyuarakan penolakan keras terhadap kesepakatan dagang baru AS-Jepang yang menetapkan tarif impor 15% untuk mobil dan suku cadang dari Jepang.

Mereka menilai perjanjian tersebut tidak adil dan berpotensi merugikan industri serta tenaga kerja otomotif AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya mengumumkan kebijakan tarif baru terhadap sejumlah produk dari Jepang, termasuk kendaraan dan komponennya.

Namun, kebijakan ini justru menuai kritik dari kalangan industri otomotif sendiri, terutama karena mobil dari Jepang dinilai lebih diuntungkan dibandingkan kendaraan impor dari negara lain—bahkan dibandingkan mobil buatan pabrik milik perusahaan AS sendiri yang berada di Meksiko atau Kanada.

BACA JUGA :  7 Cara Menghadapi Orang Toksik Tanpa Mengorbankan Kesehatan Mental

Tarif Jepang Lebih Rendah, Pabrik di Meksiko dan Kanada Dirugikan

Menurut Matt Blunt, Presiden Dewan Kebijakan Otomotif Amerika yang mewakili General Motors, Ford, dan Stellantis, pemberlakuan tarif 15% terhadap kendaraan Jepang justru lebih rendah dari tarif dasar 25% yang diterapkan pada sebagian besar kendaraan impor, termasuk dari Meksiko dan Kanada.

Padahal, pabrik-pabrik di Meksiko dan Kanada mengandalkan banyak suku cadang buatan Amerika, tidak seperti Jepang.

“Kesepakatan apa pun yang mengenakan tarif lebih rendah untuk impor Jepang yang hampir tanpa kandungan AS dibandingkan tarif yang dikenakan pada kendaraan buatan Amerika Utara dengan kandungan AS yang tinggi merupakan kesepakatan yang buruk bagi industri dan pekerja otomotif AS,” ujar Blunt.

BACA JUGA :  Ilmuwan Ungkap Afrika Berpotensi Terbelah, Retakan Raksasa Bisa Picu Samudra Baru

Sebagai pembanding, nilai ekspor suku cadang otomotif buatan AS ke Meksiko mencapai US$ 35,8 miliar, dan ke Kanada sebesar US$ 28,4 miliar pada tahun 2024. Sementara ke Jepang hanya US$ 1,5 miliar.

Pasar Jepang Dinilai Tertutup

Blunt juga menyoroti kondisi pasar otomotif Jepang yang dikenal sangat protektif. Hanya 6% mobil di Jepang berasal dari impor, dan sebagian besar pasar masih dikuasai oleh produsen lokal seperti Toyota, Honda, dan Nissan.

“Ketika kita memikirkan pasar yang menghadirkan peluang nyata untuk ekspor AS yang lebih besar, saya rasa Jepang jarang masuk dalam daftar itu,” katanya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================