
Slamet Ashuri menekankan bahwa miskomunikasi kerap menjadi hambatan dalam pelayanan kesehatan. “Komunikasi bukan hanya soal berbicara, tapi memastikan pesan kita benar-benar dipahami lawan bicara,” ujarnya.
Sementara itu, dr. Muflikha menyoroti pentingnya empati dalam setiap interaksi. Menurutnya, komunikasi yang baik tak hanya menurunkan risiko kesalahan medis, tetapi juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.
Melalui kegiatan ini, RSUD Raden Mohamad Noh Nur berharap seluruh staf mampu menerapkan komunikasi yang lebih efektif dalam pelayanan sehari-hari, sekaligus membangun budaya kerja yang terbuka, kolaboratif, dan berorientasi pada keselamatan pasien.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















