
BOGORTODAY.COM – Situ Gunung Putri yang berada di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, hingga kini belum direvitalisasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Barat. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, karena luapan air dari situ kerap menyebabkan banjir di tiga desa saat musim hujan.
Tiga desa yang terdampak banjir akibat luapan Situ Gunung Putri adalah Desa Gunung Putri, Desa Puspasari, dan Desa Puspanegara di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri, menyampaikan bahwa banjir tahunan tersebut telah menjadi persoalan menahun bagi warga di tiga desa tersebut. Tinggi genangan air bahkan bisa mencapai lebih dari satu meter.
“Banjir kemarin yang di RW 6 dan RW 5 itu sampai selutut, kemudian di RW 4 sampai satu meter lebih,” kata Daman Huri, Jumat (25/7/2025).
Ia menjelaskan, banjir terjadi akibat pendangkalan Situ Gunung Putri yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Selain itu, aliran sungai yang menuju ke situ juga menyempit, sehingga tidak mampu menampung debit air saat musim hujan.
“Kedalamannya ada yang satu meter, ada yang dua meter. Dikhawatirkan bagian pinggir itu dangkal, bahkan ada yang sudah menjadi daratan,” ungkapnya.
Daman menegaskan, solusi utama untuk mengatasi persoalan banjir tersebut adalah dengan segera melakukan revitalisasi dan pengerukan Situ Gunung Putri.
“Saya yakin kalau ini tidak dikeruk, kemungkinan besar korban di tiga desa akan terus berlarut-larut,” ujarnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















