
Dalam sosialisasi tersebut, pedagang mendapatkan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah, penggunaan kembali bahan yang masih layak pakai, serta upaya pengurangan sampah plastik sekali pakai. Kehadiran WWF Indonesia disebut memperkuat pendekatan ilmiah dan berbasis komunitas dalam menangani isu persampahan di pasar.
Sejumlah pedagang menyambut baik kegiatan ini, khususnya pembagian alat kebersihan yang dinilai dapat menunjang aktivitas menjaga lingkungan tempat usaha mereka.
Perumda Pasar Pakuan Jaya menegaskan komitmennya untuk menjadi pelopor gerakan pasar bebas sampah melalui edukasi, penyediaan sarana, dan kemitraan strategis.
“Kami mengajak seluruh pegawai, pedagang, dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan pasar. Mari kita ciptakan pasar yang bersih dan nyaman untuk dikunjungi,” pungkas Jenal. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















