
Berdasarkan data dari Kemendiknasmen, jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Bogor saat ini mencapai sekitar 10.000 anak, terdiri dari 6.000 anak putus sekolah dan 4.000 anak yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Sebagai upaya konkret, Disdik melalui PKBM Bakti Nusa akan menggelar pembelajaran Paket A, B, dan C di Sekolah Djuara Boteng mulai akhir Juni 2025. Kegiatan pembelajaran dijadwalkan satu kali dalam seminggu, setiap Sabtu dan/atau Minggu, dengan lokasi di aula kecamatan. Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) akan dilakukan oleh tim dari PIK-R dan PKBM Bakti Nusa.
Asep juga menyampaikan bahwa sosialisasi dan rekrutmen peserta Sekolah Djuara akan segera dilakukan oleh PIK-R di setiap kelurahan. Ia menegaskan, kunci keberhasilan program ini terletak pada komitmen dan konsistensi seluruh pihak yang terlibat.
“Besar harapan kami, program Pere Masal ini benar-benar menjadi solusi terhadap persoalan anak putus sekolah dan anak jalanan, khususnya di Bogor Tengah dan secara umum di Kota Bogor. Evaluasi dan monitoring akan dilakukan seiring berjalannya program ini,” tegas Asep.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















