Memahami Smart Contract: Fungsi, Cara Kerja, dan Contoh Penggunaan

Smart Contract
Smart Contract di Blockchain (Foto: Fund Your Retirement)

BOGORTODAY.COM Smart contract atau kontrak pintar adalah program komputer yang dijalankan di jaringan blockchain. Ia dirancang untuk secara otomatis mengeksekusi perjanjian digital berdasarkan logika: “Jika kondisi X terpenuhi, maka jalankan tindakan Y.”

Tidak seperti kontrak tradisional yang membutuhkan campur tangan manusia atau perantara, smart contract memungkinkan proses berjalan secara otomatis, aman, transparan, dan tidak bisa diubah begitu sudah diterbitkan.

Apa Itu Smart Contract?

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Smart contract merupakan bagian dari infrastruktur digital terdesentralisasi yang bekerja tanpa administrator pusat.

Karena dijalankan di blockchain, kontrak ini tahan gangguan (tamper-proof) dan tidak rentan terhadap titik kegagalan tunggal.

Hal ini menjadikannya solusi ideal untuk menciptakan kepercayaan di antara pihak-pihak yang mungkin tidak saling mengenal atau tidak saling percaya.

Kontrak pintar pertama kali dikonsepkan oleh ilmuwan komputer Nick Szabo pada tahun 1994. Ia mendefinisikannya sebagai “protokol transaksi terkomputerisasi yang mengeksekusi ketentuan kontrak” — dengan tujuan meminimalkan kesalahan, penyimpangan, dan ketergantungan pada perantara.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

Cara Kerja Smart Contract

Smart contract dijalankan di blockchain yang kompatibel seperti Ethereum, BNB Chain, Avalanche, Arbitrum, Base, dan lainnya.

Mereka ditulis dalam bahasa pemrograman khusus seperti Solidity (untuk Ethereum) dan dikembangkan agar hanya memicu aksi jika kondisi-kondisi tertentu terpenuhi.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================