
BOGORTODAY.COM – Pemdes Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, mulai melakukan berbagai persiapan untuk menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Persiapan tersebut diawali dengan musyawarah desa yang digelar pada Sabtu (26/7/2025) di halaman Gedung PAUD Seruni. Musyawarah diikuti oleh tokoh masyarakat, pemuda, lembaga desa, dan perwakilan warga dari tiap dusun. Agenda yang dibahas mencakup teknis pelaksanaan upacara 17 Agustus dan sejumlah kegiatan pelengkap lainnya.
Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi, mengatakan upacara peringatan HUT RI tahun ini akan digelar secara khidmat dan semarak di Lapangan Cileuksa. Upacara akan melibatkan ribuan warga dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, pemuda, hingga tokoh adat.
“Pengibaran bendera akan dilakukan oleh tim Paskibra dari siswa-siswi terbaik Cileuksa. Kami ingin menghadirkan peringatan yang bermakna, sarat kebersamaan, dan mencerminkan budaya lokal,” ujar Ujang.
Sebagai bagian dari pelestarian budaya, Pemdes Cileuksa juga akan menggelar pawai obor pada malam 16 Agustus. Pawai ini akan melibatkan masyarakat lintas usia, yang membawa obor sambil mengenakan pakaian adat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Selain itu, warga diminta memasang bendera merah putih di rumah masing-masing. Pemerintah desa juga menyelenggarakan berbagai lomba seperti gapura kemerdekaan antarkampung, kebersihan lingkungan RT/RW, serta lomba Posyandu untuk mendorong partisipasi warga dalam pembangunan lingkungan dan kesehatan.
“Kami ingin semangat gotong-royong tumbuh kembali dari perayaan ini,” tambah Ujang.
Rangkaian acara juga akan dimeriahkan dengan karnaval dongdang, jalan sehat, dan senam massal. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan memperkuat solidaritas warga.
Dalam kesempatan yang sama, Pemdes Cileuksa turut menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBDes Semester I Tahun 2025 secara terbuka. Laporan tersebut mencakup realisasi program pembangunan infrastruktur, bantuan ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat.
“Transparansi adalah prinsip penting dalam tata kelola desa. Masyarakat berhak mengetahui kinerja kami dan penggunaan dana desa,” tegas Ujang.
Musyawarah desa juga menjadi wadah warga menyampaikan saran dan ide kreatif untuk menyemarakkan peringatan HUT RI ke-80. Seluruh rangkaian kegiatan akan berlangsung hingga akhir Agustus 2025. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















