Miris! Sistem Satu Arah di Citeureup Kerap Dilanggar, Warga: Nyawa Taruhannya

Sistem Satu Arah
Pengendara Motor di Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kedapatan me lawan arus , Senin (28/7/2025). Foto : Rifki/bogortoday.com

BOGORTODAY.COM – Sejumlah pengendara motor kedapatan melawan arah di jalur Sistem Satu Arah (SSA) di sekitar Pasar Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/7/2025). Aksi membahayakan ini kerap terjadi terutama pada jam-jam sibuk.

Pantauan di lokasi, pelanggaran arus lalu lintas terjadi dari arah simpang tiga Citeureup menuju pasar. Pengendara terlihat melintas berlawanan arah, meski telah ada rambu dan pembatas jalan yang menandai sistem satu arah.

Warga sekitar menilai perilaku tersebut sangat membahayakan. Lilis Suryani (51), pedagang sandal yang sudah enam tahun berjualan di sekitar pasar, mengatakan bahwa pelanggaran arus menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di lokasi tersebut.

BACA JUGA :  Kenali Tanda Bayi Tidak Cocok Susu Formula, Orang Tua Perlu Waspada

“Sebenernya kan nggak boleh lawan arah, cuma orang-orang itu nggak didengar, tetap saja jalan, padahal sangat bahaya,” ujar Lilis.

Ia menyebut, kawasan sekitar pasar Citeureup masuk kategori rawan kecelakaan lalu lintas, bahkan pernah memakan korban jiwa.

“Di sini juga kan memang banyak yang kecelakaan. Sebetulnya lawan arah paling bahaya, bahkan sampai meninggal,” katanya.

Menurut Lilis, pelanggaran paling banyak terjadi pada pagi dan sore hari ketika aktivitas warga meningkat. Para pengendara nekat menerobos meski pihak kepolisian sudah melakukan patroli dan memasang pembatas jalan.

Lawan arah biasanya rame-nya itu pagi sama sore, kalau pagi sekitar jam 8-9 pas orang berangkat kerja. Kalau siang sih jarang-jarang,” tuturnya.

BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

Lilis juga mengungkapkan bahwa sebagian pengendara bahkan melintasi trotoar untuk menghindari pembatas jalan, yang justru membahayakan pedagang dan pejalan kaki.

“Tadi polisi sudah patroli, mobilnya dipalangin. Tetep aja ada kakek-kakek naik ke trotoar. Susah, nggak tahu aturan,” ucapnya.

Ia berharap ada tindakan tegas dari aparat dan kesadaran dari pengguna jalan agar keselamatan bersama bisa terjaga.

“Kadang-kadang lewat trotoar depan toko, makanya saya bilang ya Allah… lagi macet malah pada masuk. Kan nggak boleh sampai masuk-masuk trotoar,” pungkasnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================