BOGORTODAY.COM – Truk bermuatan elpiji 3 kilogram menabrak sepeda motor di Desa Sumberejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tepatnya, di jalur padat Malang–Surabaya, Senin pagi (28/7/2025). Insiden tragis tersebut menewaskan satu penumpang motor di lokasi kejadian.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa bermula saat motor Honda Vario bernomor polisi N-5502-TCN yang dikendarai Wahyuni Putri Sundari (27), warga setempat, melaju dari arah timur menuju barat.
Wahyuni saat itu membawa dua penumpang yang merupakan keluarganya, yakni SAA (5 tahun) dan Sulastri (51 tahun).
Ketika motor hendak menyeberang ke kanan arah utara, tiba-tiba datang truk bermuatan elpiji dengan pelat nomor N-9450-UT dari arah selatan ke utara.
Truk yang dikemudikan oleh Sugiono (27), warga Desa Watuagung, Kecamatan Prigen, diduga tidak mampu menghindar hingga menabrak sepeda motor tersebut.
Benturan keras menyebabkan truk oleng ke kanan, menabrak median jalan, lalu terguling ke arah kiri. Nahas, motor yang dikendarai Wahyuni berada tepat di jalur tergulingnya truk.
Sulastri, salah satu penumpang motor, tertindih badan truk dan tabung elpiji, dan meninggal dunia di tempat akibat luka berat, terutama di bagian kepala.
Penanganan dan Investigasi Polisi
Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dua korban lainnya, Wahyuni dan anaknya, dilaporkan mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Menurut Kasi Humas Polres Pasuruan Iptu Joko Suseno, kecelakaan ini disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan dari pengendara motor.
“Faktor kecelakaan karena pengendara motor kurang berhati-hati saat akan menyeberang,” ujar Iptu Joko.
Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Pasuruan telah melakukan olah TKP dan mengamankan kendaraan yang terlibat guna proses penyelidikan lebih lanjut.
Imbauan Keselamatan
Kecelakaan tragis ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kehati-hatian di jalan raya, baik bagi pengendara roda dua maupun pengemudi kendaraan berat. Terlebih di jalur padat dan rawan kecelakaan seperti rute Malang–Surabaya.
Pengguna jalan diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, memperhatikan kondisi sekitar saat menyeberang, serta memastikan jalur aman sebelum melakukan manuver.
Pihak kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan dan edukasi keselamatan berlalu lintas, guna menekan angka kecelakaan di wilayah Pasuruan dan sekitarnya.***
Sumber: detikcom
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















