Tiru PDAM, Desa Pangkaljaya Nanggung Kelola Sarana Air Bersih untuk Ratusan Warga

“Kemudian kami cari sumber lain di pegunungan jaraknya lumayan jauh, kami memakai selang 5 roll yang panjangnya masing-masing 100 meter. Itu juga tidak cukup dari bak tampungan pertama dan kedua juga perkiraan sama mungkin sekitar 1 kilometer,” jelasnya.

Taufik Sumarna menjelaskan, pengelolaan air bersih ini sebelumnya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, karena saat ini struktur organisasi BUMDes sedang mengalami kekosongan, sementara waktu pengerjaan ditangani langsung oleh pihak desa.

BACA JUGA :  ABPEDNAS Tembus 100 Ribu Anggota, Momentum Hari Lahir Pancasila Perkuat Peran Desa

“Karena ini sudah berjalan awalnya terus dibumdes juga, saat ini mengalami kekosongan struktur dan akhirnya pihak desa dahulu yang mengerjakan,” imbuhnya.

Sarana air bersih ini nantinya akan disalurkan dari sumber di perbukitan, melewati Kampung Wangun hingga ke Kampung Wates, dengan target penerima manfaat sekitar 180 rumah warga.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

“Pembiayaan pembangunan tetap dialokasikan melalui pengelolaan BUMDes. Adapun biaya perawatan air yang akan dibebankan kepada warga diperkirakan sebesar Rp3.000 per kubik,” pungkasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Wartawan : Ilham Ariyansyah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================