BOGORTODAY.COM- Pemerintah Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mulai mengelola sarana air bersih secara mandiri dengan meniru sistem pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Air bersih tersebut disalurkan langsung ke ratusan rumah warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Saat ini, pihak desa tengah membangun bak penampungan air yang bersumber dari mata air pegunungan. Proses pengaliran air dilakukan menggunakan metode gravitasi melalui pemasangan selang sejauh kurang lebih satu kilometer.
Kepala Desa Pangkaljaya, Taufik Sumarna, menjelaskan bahwa awalnya desa sempat menggunakan sumber air lama, namun kini tidak diizinkan lagi oleh warga setempat karena lokasi tersebut akan digunakan kembali untuk kebutuhan pertanian, khususnya area persawahan.
“Jadi memang ini pengalihan dari yang awal dan kita berkordinasi dengan warga. Sekarang tidak diizinkan lagi karena akan dipakai untuk bercocok tanam di sawah,” ucap Taufik kepada Bogortoday, Selasa (28/7/2025).
Untuk mengatasi kebutuhan air bersih warga, pihak desa pun mencari sumber mata air lain yang berada cukup jauh di area pegunungan. Proses pengaliran menggunakan enam roll selang dengan panjang masing-masing 100 meter.
Namun, Taufik menyebut panjang tersebut belum mencukupi, sehingga masih diperlukan tambahan selang untuk menghubungkan ke dua titik bak penampungan utama.
“Kemudian kami cari sumber lain di pegunungan jaraknya lumayan jauh, kami memakai selang 5 roll yang panjangnya masing-masing 100 meter. Itu juga tidak cukup dari bak tampungan pertama dan kedua juga perkiraan sama mungkin sekitar 1 kilometer,” jelasnya.
Taufik Sumarna menjelaskan, pengelolaan air bersih ini sebelumnya dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Namun, karena saat ini struktur organisasi BUMDes sedang mengalami kekosongan, sementara waktu pengerjaan ditangani langsung oleh pihak desa.
“Karena ini sudah berjalan awalnya terus dibumdes juga, saat ini mengalami kekosongan struktur dan akhirnya pihak desa dahulu yang mengerjakan,” imbuhnya.
Sarana air bersih ini nantinya akan disalurkan dari sumber di perbukitan, melewati Kampung Wangun hingga ke Kampung Wates, dengan target penerima manfaat sekitar 180 rumah warga.
“Pembiayaan pembangunan tetap dialokasikan melalui pengelolaan BUMDes. Adapun biaya perawatan air yang akan dibebankan kepada warga diperkirakan sebesar Rp3.000 per kubik,” pungkasnya.
Bagi HalamanWartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















