BOGORTODAY.COM – Ratu Jay Shima tercatat dalam sejarah sebagai penguasa perempuan pertama di Tanah Jawa. Ia naik tahta Kerajaan Kalingga setelah wafatnya sang suami, Kartikeyasingha, sekitar tahun 674 Masehi.
Kartikeyasingha merupakan pendiri Kerajaan Kalingga yang terletak di wilayah utara Pulau Jawa. Ia adalah putra Sribuja, raja Melayu dari Palembang, dan menikahi Jay Shima yang disebut-sebut sebagai putri pendeta dari wilayah Sriwijaya atau cucu Santanu dari trah Hyang Sailendra.
Selama masa pemerintahan Kartikeyasingha, masyarakat Kalingga telah mengenal peradaban dan ajaran agama.
Hal ini dibuktikan melalui temuan arkeologis seperti Prasasti Tukmas di Grabag, Magelang, yang menggunakan huruf Pallawa dan memuat simbol-simbol Hindu Siwa, serta Prasasti Sojomerto di Batang yang juga berkaitan dengan ajaran Siwaisme.
Namun, catatan sejarah dari Tiongkok menyebutkan bahwa masyarakat Kalingga juga menganut ajaran Buddha.
Pendeta Hwi-ning dari Tiongkok tercatat pernah datang ke Kalingga pada tahun 644 M untuk menerjemahkan kitab suci Buddha Hinayana ke dalam bahasa Tionghoa bersama pendeta lokal bernama Janabadra.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : iNews
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















