
Aplikasi ini memungkinkan peserta untuk mengakses berbagai layanan secara mandiri dan real time, termasuk pendaftaran, perubahan data, antrean online di fasilitas kesehatan, hingga konsultasi dokter dan skrining riwayat kesehatan.
Menurut Ghufron, fitur antrean online pada aplikasi tersebut berhasil memangkas waktu tunggu peserta dari rata-rata enam jam menjadi sekitar dua setengah jam.
Sementara itu, Edwin Aristiawan menambahkan bahwa inovasi digital BPJS Kesehatan dikembangkan berbasis kebutuhan peserta. Ia menyebut transformasi mutu layanan dan pengelolaan teknologi informasi menjadi kunci dalam menciptakan pelayanan yang mudah diakses.
“Digitalisasi bukan untuk menyulitkan, tetapi justru untuk memastikan peserta mendapatkan kepastian dan kemudahan layanan kesehatan yang dibutuhkan,” ujar Edwin.
BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus memberikan solusi layanan yang efisien, adaptif, dan berbasis teknologi, demi memperkuat akses kesehatan yang setara bagi seluruh peserta JKN.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















