Gunung Api Tertinggi di Eurasia Meletus Usai Gempa Dahsyat Guncang Rusia

Gunung Api
Gunung api Klyuchevskoy di Semenanjung Kamchatka meletus beberapa jam setelah wilayah di timur Rusia itu diguncang gempa dahsyat magnitudo 8,8 pada Rabu (30/7/25). (Foto: AFP/MAXIM FESYUNOV)

BOGORTODAY.COM Gunung api Klyuchevskoy Sopka di Semenanjung Kamchatka, Rusia, meletus hanya beberapa jam setelah wilayah tersebut diguncang gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 pada Rabu (30/7/25).

Gunung Klyuchevskoy Sopka dikenal sebagai gunung api tertinggi di Eurasia. Menurut laporan kantor berita Rusia RIA dan dikutip The Guardian, letusan terbaru ini merupakan yang pertama sejak 28 Oktober 2023.

Akibat erupsi, pemerintah setempat dilaporkan langsung mengevakuasi warga dari wilayah sekitar gunung. Sekolah dan sejumlah fasilitas umum juga ditutup menyusul tebalnya abu vulkanik yang menyelimuti area tersebut.

BACA JUGA :  iOS 27 Bawa Banyak Pembaruan: Apple Maps hingga Apple Music Ditingkatkan dengan AI dan Fitur Baru

Hingga kini, belum ada informasi lanjutan mengenai situasi terkini maupun dampak lanjutan dari letusan gunung tersebut.

Letusan terjadi tak lama setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang wilayah Kamchatka.

Gempa terjadi di kedalaman 19 kilometer, dengan pusat gempa berjarak sekitar 136 kilometer timur kota Petropavlovsk.

Badan Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa ini sebagai yang terbesar di dunia sejak 2011 dan paling kuat di Kamchatka sejak 1952. Kekuatan gempa sempat direvisi dua kali, dari awalnya 8,0 menjadi 8,7 dan akhirnya 8,8.

BACA JUGA :  DPRD Kabupaten Bogor Perketat Pengawasan Usaha di Cijeruk dan Cigombong

Guncangan tersebut juga memicu tsunami di beberapa wilayah pesisir Rusia dan mengaktifkan peringatan tsunami di sejumlah negara kawasan Pasifik, termasuk Hawaii (AS), Jepang, Indonesia, dan Korea Selatan.

Pemerintah Rusia dan lembaga terkait masih terus memantau perkembangan di kawasan terdampak.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================