
Sebelumnya, PPATK menyebut bahwa pemblokiran rekening dormant berhasil menurunkan secara signifikan transaksi judi online (judol). Namun, Ivan menekankan bahwa langkah tersebut tidak berarti perampasan dana nasabah oleh negara.
“Presiden kemarin manggil (ke Istana) untuk hal lain. Beliau mendukung, karena ini untuk memproteksi hak dan kepentingan publik, dijaga dari upaya penyimpangan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Menanggapi berbagai isu yang menyebut adanya perampasan rekening, Ivan membantah keras. Ia menilai narasi tersebut keliru dan menyesatkan.
“Lagian siapa yang bilang rekening dirampas negara segala? Ada-ada aja. Emangnya tega membiarkan dampak sosial dari judol ini terjadi—bunuh diri, jual diri, jual anak, bercerai, usaha hancur, bangkrut, dan lain-lain,” tegasnya.
Ke depan, Ivan memastikan PPATK akan tetap menjalankan fungsinya dalam mencegah kejahatan keuangan, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perlindungan terhadap masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















