BOGORTODAY.COM – Kentang merupakan salah satu bahan makanan paling serbaguna dan disukai banyak orang. Selain rasanya nikmat, kentang juga menawarkan manfaat kesehatan yang luar biasa. Namun, agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga, cara menyimpan kentang harus dilakukan dengan tepat.
Dikutip dari Good Housekeeping (1/5/2025), pakar kuliner Kate Merker menjelaskan pentingnya penyimpanan kentang yang benar agar tidak cepat rusak, bertunas, atau bahkan membahayakan kesehatan.
Kandungan Gizi dan Manfaat Kentang
Kentang kaya akan karbohidrat, serat, protein nabati, dan sejumlah mineral penting. Dalam 100 gram kentang rebus (dengan kulit dan tanpa garam), terkandung:
- 87 kalori
- 77% air
- 1,9 gram protein
- 20,1 gram karbohidrat
- 1,8 gram serat
Tak heran jika kentang kerap dipilih sebagai makanan sehat, baik untuk mendukung program diet, menjaga pencernaan, menstabilkan gula darah, hingga menjaga kesehatan jantung (Halodoc, 15/8/2023).
Berapa Lama Kentang Bisa Tahan?
Menurut Kate Merker, kentang bisa bertahan selama beberapa minggu hingga satu bulan, asalkan disimpan dengan benar.
“Cek secara berkala. Jika ada kentang yang mulai bertunas atau berbintik, segera pisahkan agar tidak mempengaruhi kentang lainnya,” ujarnya.
Kentang yang mulai bertunas atau berbintik masih bisa digunakan, asal bagian rusaknya dibuang dan tidak ada tanda-tanda busuk, berjamur, atau berwarna hijau. Jika sudah menunjukkan gejala tersebut, kentang harus segera dibuang karena berpotensi membahayakan kesehatan.
Tips Menyimpan Kentang yang Benar
Agar kentang awet dan tidak cepat busuk, ikuti panduan penyimpanan berikut ini:
- Simpan di Tempat Sejuk dan Gelap
Hindari menyimpan kentang di dalam kulkas. Suhu yang terlalu dingin (di bawah 5°C) dapat mengubah pati menjadi gula, yang akan mengubah rasa dan tekstur kentang.
Tempat terbaik untuk menyimpan kentang adalah ruang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik, seperti dapur yang tidak lembap, lemari gelap, atau tempat penyimpanan khusus.
- Gunakan Keranjang atau Kantong Bernapas
Simpan kentang dalam keranjang kawat, kantong kertas, atau jaring, bukan plastik. Ini penting agar kentang tetap kering dan mendapat sirkulasi udara yang cukup.
- Jangan Dicuci Sebelum Disimpan
Kentang sebaiknya disimpan dalam kondisi kering dan belum dicuci. Air bisa memicu kelembapan dan mempercepat pembusukan. Cuci kentang hanya saat akan digunakan.
- Jauhkan dari Buah dan Sayuran Penghasil Gas Etilen
Kentang sebaiknya tidak disimpan berdekatan dengan buah seperti apel, pisang, alpukat, dan bawang bombai. Buah-buahan ini menghasilkan gas etilen yang dapat mempercepat proses pelayuan dan pertumbuhan tunas pada kentang.
Beberapa orang memilih mengupas kentang terlebih dahulu untuk kepraktisan saat memasak. Namun, kentang kupas lebih cepat berubah warna karena proses oksidasi. Untuk mencegahnya:
- Rendam kentang kupas dalam air bersih agar tidak cepat menghitam.
- Jika akan digoreng, merendam kentang juga dapat mengurangi kadar pati, menghasilkan kentang yang lebih garing di luar dan empuk di dalam.
- Simpan kentang kupas di kulkas dalam wadah tertutup rapat (kedap udara) dan pastikan tetap dalam rendaman air. Kentang kupas bisa bertahan hingga satu minggu di kulkas.
Kentang bisa menjadi stok makanan sehat di rumah asalkan disimpan dengan benar. Hindari kulkas, simpan di tempat sejuk dan gelap, serta jaga agar tidak terkena kelembapan berlebih. Untuk kentang kupas, simpan dalam air dan wadah tertutup di kulkas.
Dengan cara penyimpanan yang tepat, kentang tidak hanya awet lebih lama, tapi juga tetap lezat dan bernutrisi saat dimasak.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















