
“Ini adalah sesuatu yang juga harus kita akui,” tuturnya.
Namun ia mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza mendorong semakin banyak negara untuk secara sepihak mengakui Palestina, tanpa mempertimbangkan kepentingan Israel.
“Ini menjadi perhatian kami, dan itu juga harus menjadi perhatian Israel,” tambahnya.
Dorongan Kembalinya Lembaga Kemanusiaan Internasional
Menlu Jerman itu juga menyerukan agar lembaga bantuan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), badan-badan PBB, Palang Merah Internasional, dan organisasi keagamaan dapat kembali menjalankan peran mereka di Gaza.
“Jika diberi akses, organisasi-organisasi ini dapat melakukan pekerjaan mereka,” tegas Wadephul.
Ketika ditanya kapan akses semacam itu seharusnya dimulai, ia menjawab, “Ini bisa dimulai besok – dan, nyatanya, itu sudah membaik. Sebagai hasil dari pertemuan saya dengan pemerintah Israel minggu ini, secara signifikan lebih banyak truk memasuki Gaza dibandingkan minggu lalu.”
Namun, ia menekankan bahwa jumlah bantuan yang masuk masih jauh dari cukup, dan menegaskan bahwa Jerman akan terus memantau situasi tersebut secara ketat.
Dalam kunjungan itu, Wadephul mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Gideon Saar, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Ia juga mengunjungi wilayah al-Taybeh, dekat Ramallah, dan bertemu dengan berbagai organisasi kemanusiaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















