
BOGORTODAY.COM – Menteri Luar Negeri Jerman, Johann Wadephul, menyampaikan keprihatinan serius atas situasi kemanusiaan di Jalur Gaza akibat blokade de facto yang dilakukan Israel.
Dalam kunjungannya ke Israel dan Palestina pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2025, Wadephul menyatakan bahwa blokade tersebut telah menyebabkan kelaparan dan kematian di kalangan warga sipil Gaza.
“Kami telah lama mengamati bahwa blokade de facto Israel terhadap Jalur Gaza menyebabkan kelaparan, yang mengakibatkan orang-orang meninggal, menderita, dan ditinggalkan tanpa air,” ujar Wadephul, Minggu (3/8/2025), seperti dikutip kantor berita Anadolu.
Wadephul mengungkapkan bahwa pesan jelas telah ia sampaikan kepada para pejabat Israel agar situasi kemanusiaan di Gaza mengalami perubahan mendasar.
“Saya harap pesan itu telah didengar. Saya mendapat kesan bahwa itu sudah terjadi,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa Israel berisiko menghadapi isolasi internasional akibat meningkatnya kritik global atas kebijakan yang diterapkan di Gaza.
Menurutnya, Jerman memiliki tanggung jawab untuk mencegah hal tersebut dengan terus memberi nasihat dan dukungan kepada Israel.
“Jerman tidak boleh membiarkan itu terjadi. Kami juga harus membantu Israel menghindari jatuh ke dalam situasi seperti itu,” katanya.
Di sisi lain, Wadephul menegaskan bahwa Jerman hingga kini belum mengakui Palestina sebagai negara merdeka. Ia mengakui hal ini sebagai suatu kenyataan yang perlu disampaikan secara terbuka.
“Ini adalah sesuatu yang juga harus kita akui,” tuturnya.
Namun ia mengingatkan bahwa krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Gaza mendorong semakin banyak negara untuk secara sepihak mengakui Palestina, tanpa mempertimbangkan kepentingan Israel.
“Ini menjadi perhatian kami, dan itu juga harus menjadi perhatian Israel,” tambahnya.
Dorongan Kembalinya Lembaga Kemanusiaan Internasional
Menlu Jerman itu juga menyerukan agar lembaga bantuan internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), badan-badan PBB, Palang Merah Internasional, dan organisasi keagamaan dapat kembali menjalankan peran mereka di Gaza.
“Jika diberi akses, organisasi-organisasi ini dapat melakukan pekerjaan mereka,” tegas Wadephul.
Ketika ditanya kapan akses semacam itu seharusnya dimulai, ia menjawab, “Ini bisa dimulai besok – dan, nyatanya, itu sudah membaik. Sebagai hasil dari pertemuan saya dengan pemerintah Israel minggu ini, secara signifikan lebih banyak truk memasuki Gaza dibandingkan minggu lalu.”
Namun, ia menekankan bahwa jumlah bantuan yang masuk masih jauh dari cukup, dan menegaskan bahwa Jerman akan terus memantau situasi tersebut secara ketat.
Dalam kunjungan itu, Wadephul mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Menteri Luar Negeri Gideon Saar, serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas.
Ia juga mengunjungi wilayah al-Taybeh, dekat Ramallah, dan bertemu dengan berbagai organisasi kemanusiaan yang beroperasi di kawasan tersebut.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















