SMAIT BBS jadi Pelopor Mapel Koding dan Kecerdasan Artifisial di Kota Bogor

SMAIT BBS
Dengan semangat transformasi pendidikan, SMAIT BBS Bogor langsung menerapkan kurikulum KKA mulai tahun ajaran 2025/2026. (Foto: Ist)

BOGORTODAY.COM – Di tengah derasnya arus digitalisasi dan revolusi teknologi global, SMAIT Bina Bangsa Sejahtera (BBS) Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah yang adaptif dan visioner. Memasuki tahun pelajaran 2025/2026, SMAIT BBS menjadi salah satu dari sangat sedikit SMA di Kota Bogor yang telah resmi menerapkan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) sebagai bagian dari kurikulum pembelajaran di kelas 10.

Kebijakan penerapan mapel KKA ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) No. 13 Tahun 2025. Regulasi baru ini menetapkan bahwa KKA menjadi mata pelajaran pilihan khusus pada fase E (jenjang SMA), sebagai respons atas kebutuhan generasi muda menghadapi tantangan abad ke-21 yang semakin berbasis teknologi digital dan kecerdasan buatan.

Sebagai bentuk kesiapan implementasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerjasama dengan PT Floatway System menggelar Pelatihan KKA bagi guru-guru dari 22 SMA negeri dan swasta se-Kota Bogor. Kegiatan ini terdiri atas pelatihan tatap muka selama 5 hari di SMAN 8 Bogor, dilanjutkan dengan program on the job training (OJT) selama 1,5 bulan di sekolah masing-masing, dan akan ditutup dengan pertemuan final pada Oktober 2025.

BACA JUGA :  Charger Ponsel Dibiarkan Tercolok Terus di Stopkontak, Amankah? Ini Penjelasannya

Namun diantara 22 sekolah yang mengikuti pelatihan, SMAIT BBS Bogor menjadi salah satu dari segelintir sekolah yang langsung mengimplementasikan mapel KKA di awal tahun ajaran ini. Hal ini menunjukkan komitmen nyata sekolah dalam menyambut perubahan kurikulum, sekaligus membekali siswa dengan keterampilan masa depan.

“Ini bukan hanya soal mengikuti aturan baru, tapi tentang memberikan bekal terbaik bagi siswa kami agar siap menghadapi dunia yang serba digital. Kami ingin mereka jadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton,” ujar Kepala Sekolah SMAIT BBS, Marius Suliarso mengatakan.

Mata pelajaran KKA di SMAIT BBS tidak hanya mengajarkan coding atau bahasa pemrograman, tetapi juga mengajak siswa memahami konsep kecerdasan artifisial, machine learning, etika teknologi, keamanan data, hingga pengenalan Large Language Model (LLM) yang kini digunakan secara luas dalam berbagai industri,” kata Humas SMAIT BBS Happy Yoga Purnama menambahkan.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Langkah cepat SMAIT BBS ini disambut antusias oleh orang tua dan peserta didik. Banyak yang mengapresiasi sekolah karena berani maju lebih dahulu dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Kehadiran mapel KKA juga menjadi daya tarik baru bagi masyarakat yang mencari sekolah berbasis nilai Islam dengan pendekatan pendidikan modern.

Sementara, Pemerhati dan Aktivis Pendidikan Heru B Setyawan menuturkan, salah satu ciri sekolah maju adalah yang dapat melakukan transformasi pendidikan bukan hanya tentang teknologi, tapi juga tentang keberanian untuk berubah, komitmen untuk terus belajar, dan kepedulian terhadap masa depan bangsanya. “Itu sudah dilakukan oleh SMAIT BBS,” ujar Pahe begitu beliau biasa dipanggil.***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================