
“Gorengan itu biasanya dikonsumsi dalam jumlah banyak. Mudah sekali terjadi overdosis komponen berbahaya seperti garam dan lemak jenuh,” ujar dr RA Adaninggar Primadia N, SpPD-KGH, spesialis penyakit dalam.
- Makanan Bersantan
Masakan seperti rendang, gulai, dan opor mengandung lemak jenuh dari santan. Lemak ini meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat memicu penumpukan plak di pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko serangan jantung.
- Jeroan Sapi atau Ayam
Olahan jeroan seperti hati, babat, dan usus kaya akan kolesterol dan purin. Konsumsi rutin dalam jumlah banyak dapat menyebabkan penumpukan lemak di pembuluh darah yang berujung pada hipertensi dan penyakit jantung.
- Mie Instan
Mie instan mengandung kadar natrium yang tinggi sebagai pengawet dan perasa. Asupan natrium yang berlebihan bisa memicu peningkatan tekanan darah secara signifikan, apalagi jika seluruh bumbu dikonsumsi.
- Minuman Manis Kemasan
Minuman seperti teh manis dalam botol, kopi instan, dan soda mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Konsumsi berlebih dapat menyebabkan peradangan, kenaikan berat badan, serta memperburuk fungsi pembuluh darah—faktor yang berkaitan erat dengan hipertensi.
Mengingat serangan jantung kini tidak lagi hanya mengintai usia lanjut, masyarakat diimbau lebih bijak dalam memilih makanan.
Pembatasan konsumsi makanan berisiko, ditambah dengan pola hidup aktif dan konsumsi makanan sehat seperti buah dan sayur, menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















