
Tak hanya berdampak saat bayi dilahirkan, efek jangka panjang juga bisa terjadi. Beberapa penelitian menyebut anak-anak yang ibunya mengonsumsi kafein berlebih saat hamil cenderung memiliki postur tubuh lebih pendek saat usia 4-8 tahun.
Mengapa Trimester Akhir Lebih Rentan?
Menjelang akhir kehamilan, kemampuan tubuh ibu dalam memetabolisme kafein melambat drastis. Jika di trimester pertama kafein bisa keluar dari tubuh dalam waktu sekitar 5 jam, maka di trimester ketiga bisa mencapai 18 jam. Hal ini membuat kafein bertahan lebih lama dalam tubuh dan memperbesar risiko terhadap janin.
Alternatif Aman bagi Ibu Hamil
Para ahli menyarankan ibu hamil sebaiknya mulai mengurangi konsumsi kafein sejak awal kehamilan, bahkan bila memungkinkan, menghindarinya sama sekali. Beberapa alternatif minuman yang lebih aman antara lain:
- Kopi tanpa kafein (decaf)
- Teh herbal yang aman untuk ibu hamil
- Air kelapa atau jus buah segar
Jika merasa lelah, istirahat sejenak atau tidur siang bisa menjadi pilihan yang lebih sehat dibanding mengandalkan kopi sebagai sumber energi.
Konsumsi kopi memang tidak sepenuhnya dilarang selama kehamilan, tetapi harus dikendalikan dengan bijak.
Memahami batasan aman dan risiko yang ditimbulkan akan membantu ibu hamil menjaga kesehatannya dan tumbuh kembang bayi tetap optimal hingga waktu persalinan tiba.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















