
BOGORTODAY.COM – Asap tebal dari hasil pembakaran ban bekas di lokasi tambang kapur di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, dikeluhkan sejumlah siswa dan guru di SMPN 1 Ciampea.
Puluhan tahun asap tebal menyelimuti area lingkungan sekolah. Bahkan tidak heran sejumlah siswa dan guru mengalami gejalan Infeksi saluran pernapasan (ISPA)
Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Lukman mengatakan, dengan adanya aktivitas pembakaran di lokasi tambang batu kapur kerap kali meresahkan dan dikeluhkan para siswa.
Menurutnya, setiap pagi saat menjalankan aktivitas sekolah asap tepal dari pembakaran ban bekas menyelimuti area lingkungan sekolah.
“Ketika pagi mengadakan upacara seharusnya diawali yang seharusnya pagi itu anak-anak dan guru juga menghirup udara yang benar-benar segar. Tapi justru lingkungannya seperti ini ya kurang baik lah,” kata Lukman, Rabu (6/8/2025).
Lukman mengatakan, akibat adanya aktivitas tambang tersebut, para siswa dan guru kini menderita penyakit ISPA atau gangguan pernapasan.
“Lebih jelasnya ada beberapa. Tapi untuk beberapanya lebih jelasnya kami belum bisa memastikan apa itu karna udara sekitar atau mungkin sudah punya riwayat dari ganguan pernafasan tersebut dan kami pun sedang menelusuri untuk masalah ini,” katanya.
Aktivitas tambang kapur dan tungku pembakaran sudah terjadi sejak puluhan tahun serta tidak adanya tindakan tegas dari pihak terkait.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















