
”Sudah lama pak kegiatan tersebut, sempat dulu ada usulan dari warga atau dari warga sekolah, untuk masalah asep Ini kalau mungkin sedang melakukan pembakaran saya pun belum mengerti di bawah situ untuk produksi apa,” tegasnya.
Ia berharap dengan adanya aktivitas pengolahan tambang kapur agar diwaktu dan tidak dijalankan saat aktiviras belajar mengajar.
“Kami berharap ini di tindak lanjuti agar tidak mengganggu aktivitas anak-anak sekolah disini, mungkin mereka lebih tau solusinya seperti apa,” paparnya.
Sementara itu, salah satu siswi SMPN 1 Ciampea, Marisa mengatakan, setibanya di lingkungan sekolah dirinya kerap kali menghirup aroma tidak sedap akibat pembakaran ban bekas.
“Setiap hari tuh rasanya saya merasa terganggu karna adanya asap yang seharusnya pagi- pagi menghirup udara segar karna ada asap saya jadi tidak bisa menghirup udara segar,” ujarnya.
Kemudian itu, setiap harinya, ia dan sejumlah siswa lainnya kerap kali merasakan sesak nafas dan nyeri dibagian dada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Tadi juga pagi pas sedang mengaji yasin aroma bau dan saya sesak nafas karena asep mengepul di setiap pagi,” tandasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















