44 Warga Palestina Tewas dalam Serangan Israel di Gaza, Hamas Serukan Aksi Global

BOGORTODAY.COM – Setidaknya 44 warga Palestina dilaporkan tewas dalam rentetan serangan udara yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak Rabu (6/8/2025) dini hari.

Dari jumlah tersebut, 18 orang di antaranya tewas saat tengah mencari bantuan, menurut laporan dari Al Jazeera.

Serangan terbaru terjadi di wilayah barat Khan Younis, Gaza selatan, di mana sebuah tenda yang menampung warga sipil menjadi target pengeboman. Petugas tanggap darurat segera dikerahkan untuk mengevakuasi para korban di tengah situasi medan yang digambarkan sebagai “sulit dan sangat berbahaya”.

Badan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan banyak luka-luka di antara warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Di tengah krisis kemanusiaan yang semakin memburuk, PBB kembali menyoroti dampak blokade Israel terhadap akses bahan bakar ke Gaza.

BACA JUGA :  Future Leaders Fellowship 2026 Dibuka, Mahasiswa Baru PTN Berkesempatan Ikuti Program Pengembangan Kepemimpinan Gratis

Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Farhan Haq, memperingatkan bahwa blokade tersebut menghambat operasi penyelamatan jiwa yang sangat dibutuhkan.

“Para kru saat ini sedang bekerja untuk mengevakuasi korban luka dan mengamankan area di tengah kondisi lapangan yang sulit dan sangat berbahaya,” demikian pernyataan PBB yang dibagikan lewat Telegram.

PBB juga mengonfirmasi bahwa dalam dua hari terakhir, mereka hanya berhasil mengumpulkan sekitar 300.000 liter bahan bakar melalui perlintasan Karem Abu Salem (Kerem Shalom), jumlah yang sangat minim dibandingkan kebutuhan darurat di wilayah tersebut.

Sementara itu, kelompok Hamas mengapresiasi meningkatnya gerakan solidaritas global yang mengecam pemboman dan blokade yang mereka sebut sebagai “kelaparan yang dipaksakan oleh Israel” di Jalur Gaza.

BACA JUGA :  Honda NWF150 2026 Resmi Meluncur, Skuter Retro Canggih dengan Radar dan Dashcam Bawaan

Dalam pernyataannya, Hamas menyerukan masyarakat dunia untuk meningkatkan tekanan melalui aksi unjuk rasa dan demonstrasi massal.

“Kami menyerukan untuk melanjutkan dan meningkatkan tekanan rakyat di kota-kota, ibu kota, dan alun-alun pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, serta hari-hari mendatang, dengan pawai, protes, dan demonstrasi di depan kedutaan besar Zionis dan AS,” tulis Hamas.

Hamas juga mendesak pembukaan semua jalur masuk ke Gaza agar bantuan kemanusiaan dapat segera dikirimkan kepada jutaan warga yang terdampak.

Kondisi di Jalur Gaza saat ini terus memburuk, dengan krisis kemanusiaan yang semakin dalam dan seruan global yang semakin nyaring untuk mengakhiri kekerasan dan memberikan akses penuh terhadap bantuan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================