
BOGORTODAY.COM — Momen menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kabupaten Bogor kembali menggelar tradisi sakral pengambilan bendera pusaka dari Rumah Sejarah Malasari, Kecamatan Nanggung. Rangkaian kegiatan ini akan berlangsung mulai Jumat malam, 8 Agustus hingga Minggu pagi, 10 Agustus 2025.
Camat Nanggung, Ae Saepuloh, mengungkapkan bahwa prosesi diawali dengan kegiatan istigosah pada Jumat malam yang diikuti masyarakat Desa Malasari, jajaran Muspika Kecamatan Nanggung, serta para kepala desa.
“Istigosah ini sebagai bentuk doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan jelang pengambilan bendera pusaka. Kegiatan akan dimulai selepas Magrib, tempatnya masih tentatif antara masjid atau Pendopo Bupati Pertama di Malasari,” ucap Ae, Kamis (7/8/2025).
Prosesi utama akan berlangsung pada Sabtu pagi, 9 Agustus 2025, dengan pengambilan bendera pusaka oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, langsung dari Pendopo Pertama Kabupaten Bogor.
Bendera pusaka asli kemudian akan diserahkan kepada Paskibraka Kabupaten Bogor, sementara duplikat bendera pusaka akan diambil oleh Paskibraka Kecamatan Nanggung untuk dikirab menuju Kantor Kecamatan.
“Ukuran bendera duplikat sama persis dengan yang asli. Bendera pusaka asli akan dibawa dari pendopo ke pendopo. Setelah penyerahan, Bupati juga dijadwalkan melakukan kunjungan kerja di wilayah kami,” jelas Ae.
Bendera duplikat akan menginap semalam di Kantor Kecamatan Nanggung, tanpa kegiatan tambahan di malam harinya. Kemudian pada Minggu pagi, 10 Agustus 2025, bendera akan dikirab menuju Kecamatan Leuwisadeng dan selanjutnya ke berbagai kecamatan lain, hingga akhirnya tiba di Pendopo Bupati Bogor di Cibinong.
Ae menyampaikan bahwa kirab ini menjadi bagian dari edukasi sejarah bagi generasi muda di Kabupaten Bogor, khususnya di Kecamatan Nanggung.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Tradisi ini bertujuan untuk mengingatkan kita semua, khususnya generasi penerus, akan pentingnya menghargai jasa para pahlawan. Seperti pesan ‘Jas Merah’ jangan sekali-kali melupakan sejarah.” tegas Ae.
Ia juga menekankan filosofi yang menjadi semangat kegiatan ini yang merupakan bagian mempertahankan cerita sejarah para pejuang kemerdekaan terdahulu.
“Generasi sekarang jangan hanya ‘merasa yang ter’- terbaik, terhebat, tertinggi -tetapi harus bisa ‘ter merasa’, yakni memiliki kepekaan dan empati terhadap perjuangan para pendahulu,” ucapnya.
Terkait kehadiran Bupati dalam istigosah dan kemungkinan menginap di Malasari, Ae menyebut masih bersifat tentatif. Namun masyarakat menyambut dengan harap besar.
“Tak ada rakyat yang tidak rindu bertemu pemimpinnya. Harapan tentu ada, mudah-mudahan beliau berkenan hadir,” ujarnya.
Selain prosesi sakral, beragam kegiatan sosial juga akan digelar di halaman Kantor Kecamatan Nanggung, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Nikah Massal Gratis. Program ini merupakan bagian dari inisiatif Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar dan layanan sosial.
“Untuk GPM, harga kebutuhan pokok akan dijual di bawah harga pasar, sesuai program unggulan Bupati. Kegiatan ini sudah berjalan rutin setiap bulan,” pungkas Ae.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















