
BOGORTODAY.COM – Gaya hidup modern yang identik dengan jam kerja panjang, kurang bergerak, serta kebiasaan mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung koroner (PJK).
Kondisi ini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang sering kali berkembang tanpa gejala jelas hingga mencapai tahap yang lebih serius.
Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak pada dinding arteri. Jika tidak ditangani sejak dini, penyumbatan tersebut dapat menghambat aliran darah ke jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Pentingnya Deteksi Dini bagi Kelompok Berisiko
Skrining kesehatan jantung sangat dianjurkan bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu, terutama mereka yang berusia produktif hingga lanjut usia. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner antara lain riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, serta kebiasaan merokok.
Melalui pemeriksaan rutin, berbagai faktor risiko dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih berat.
Jenis Pemeriksaan untuk Menilai Kesehatan Jantung
Evaluasi kesehatan jantung dilakukan melalui sejumlah pemeriksaan yang bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sistem kardiovaskular.
Pemeriksaan dasar umumnya meliputi pengecekan kadar gula darah dan kolesterol, rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), serta treadmill test untuk melihat respons jantung saat tubuh beraktivitas.
Selain itu, ekokardiografi atau USG jantung sering digunakan untuk mengevaluasi struktur, fungsi pompa jantung, serta kondisi katup jantung.
Teknologi pencitraan modern juga memungkinkan dokter menilai risiko penyakit jantung dengan lebih akurat. Salah satunya melalui CT Calcium Score yang berfungsi mengukur jumlah plak kalsium di arteri koroner. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah.
Sementara itu, CT Scan Jantung dapat memberikan gambaran lebih rinci mengenai kondisi arteri koroner tanpa memerlukan prosedur invasif.
Coronary Angiography Masih Menjadi Standar Utama Diagnosis
Untuk memastikan tingkat keparahan penyumbatan pembuluh darah jantung, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan Coronary Angiography (CAG). Prosedur ini hingga kini masih dianggap sebagai metode paling akurat dalam mendiagnosis penyakit jantung koroner.
Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lengan atau pangkal paha, kemudian menggunakan bantuan sinar-X untuk melihat kondisi arteri koroner secara langsung.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














