Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Jantung Koroner, Skrining Rutin Jadi Langkah Pencegahan Penting

Pekerja
Pekerja Kantoran Rentan Penyakit Jantung Koroner, Skrining Rutin Jadi Langkah Pencegahan Penting. (Foto: iStock)

BOGORTODAY.COM Gaya hidup modern yang identik dengan jam kerja panjang, kurang bergerak, serta kebiasaan mengabaikan pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung koroner (PJK).

Kondisi ini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang sering kali berkembang tanpa gejala jelas hingga mencapai tahap yang lebih serius.

Penyakit jantung koroner terjadi ketika pembuluh darah yang memasok darah ke otot jantung mengalami penyempitan akibat penumpukan plak pada dinding arteri. Jika tidak ditangani sejak dini, penyumbatan tersebut dapat menghambat aliran darah ke jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Pentingnya Deteksi Dini bagi Kelompok Berisiko

Skrining kesehatan jantung sangat dianjurkan bagi individu yang memiliki faktor risiko tertentu, terutama mereka yang berusia produktif hingga lanjut usia. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner antara lain riwayat keluarga dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, serta kebiasaan merokok.

Melalui pemeriksaan rutin, berbagai faktor risiko dapat diketahui lebih awal sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih berat.

Jenis Pemeriksaan untuk Menilai Kesehatan Jantung

Evaluasi kesehatan jantung dilakukan melalui sejumlah pemeriksaan yang bertujuan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi sistem kardiovaskular.

Pemeriksaan dasar umumnya meliputi pengecekan kadar gula darah dan kolesterol, rekam jantung atau elektrokardiogram (EKG), serta treadmill test untuk melihat respons jantung saat tubuh beraktivitas.

Selain itu, ekokardiografi atau USG jantung sering digunakan untuk mengevaluasi struktur, fungsi pompa jantung, serta kondisi katup jantung.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Teknologi pencitraan modern juga memungkinkan dokter menilai risiko penyakit jantung dengan lebih akurat. Salah satunya melalui CT Calcium Score yang berfungsi mengukur jumlah plak kalsium di arteri koroner. Semakin tinggi skor yang diperoleh, semakin besar risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah.

Sementara itu, CT Scan Jantung dapat memberikan gambaran lebih rinci mengenai kondisi arteri koroner tanpa memerlukan prosedur invasif.

Coronary Angiography Masih Menjadi Standar Utama Diagnosis

Untuk memastikan tingkat keparahan penyumbatan pembuluh darah jantung, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan Coronary Angiography (CAG). Prosedur ini hingga kini masih dianggap sebagai metode paling akurat dalam mendiagnosis penyakit jantung koroner.

Pemeriksaan dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah di lengan atau pangkal paha, kemudian menggunakan bantuan sinar-X untuk melihat kondisi arteri koroner secara langsung.

Melalui prosedur ini, dokter dapat mengetahui lokasi serta tingkat penyumbatan yang terjadi sehingga dapat menentukan langkah penanganan yang paling tepat.

Pemasangan Stent untuk Membuka Sumbatan

Apabila ditemukan penyempitan arteri koroner yang signifikan, pasien dapat menjalani tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) atau yang lebih dikenal sebagai pemasangan stent.

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan balon khusus untuk melebarkan pembuluh darah yang menyempit, kemudian memasang stent sebagai penyangga agar aliran darah tetap lancar menuju jantung.

Metode ini banyak digunakan karena mampu mengembalikan suplai darah ke jantung secara efektif tanpa operasi besar.

Operasi Bypass untuk Kasus yang Lebih Kompleks

Pada kondisi tertentu, terutama jika penyumbatan terjadi di beberapa pembuluh darah atau lokasi yang sulit ditangani dengan stent, dokter dapat menyarankan operasi bypass jantung atau Coronary Artery Bypass Graft (CABG).

BACA JUGA :  Kenali Gejala Kanker Usus Besar dan Pentingnya Menjaga Kesehatan Pencernaan

Tindakan ini dilakukan dengan membuat jalur baru bagi aliran darah menggunakan pembuluh darah yang diambil dari bagian tubuh lain, seperti dada, lengan, atau tungkai.

Saat ini, teknik bypass jantung terus berkembang. Selain metode konvensional yang menggunakan mesin jantung-paru, tersedia pula prosedur off-pump yang dilakukan saat jantung masih berdetak serta teknik minimally invasive cardiac surgery (MICS) yang menggunakan sayatan lebih kecil sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.

Penanganan Komprehensif untuk Hasil yang Optimal

Perawatan penyakit jantung koroner tidak berhenti setelah tindakan medis dilakukan. Program rehabilitasi jantung, fisioterapi, pengaturan pola makan, serta perubahan gaya hidup menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Pendekatan multidisiplin yang melibatkan dokter spesialis jantung, ahli bedah kardiovaskular, tenaga rehabilitasi medis, hingga tim pendamping pasien terbukti mampu membantu meningkatkan kualitas hidup dan mempercepat pemulihan.

Gaya Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci Utama

Meskipun teknologi diagnosis dan pengobatan penyakit jantung semakin berkembang, pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Menjaga pola makan seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, berhenti merokok, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung koroner secara signifikan.

Bagi pekerja kantoran yang sering menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer, skrining jantung secara rutin menjadi investasi kesehatan yang penting untuk menjaga produktivitas sekaligus mencegah munculnya komplikasi serius di masa depan.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================