Pedagang Musiman Bendera Merah Putih di Bogor Terpukul Lesunya Minat Pembeli

BOGORTODAY.COM – Menjelang Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, nuansa merah putih mulai menghiasi pinggir jalan, pertokoan, hingga gapura perumahan. Namun, di balik semarak yang mulai terasa, tak semua pelaku usaha menyambut Agustus dengan senyum lega. Beberapa justru menahan napas, berharap peruntungan berubah dalam hitungan hari.

Di tepi Jalan Raya Mercedes-Benz, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat deretan lapak pedagang bendera berdiri berjajar. Kain-kain merah putih berkibar ditiup angin, namun tak banyak kendaraan yang berhenti. Di salah satu lapak, Chandra (35), duduk termenung di antara gulungan umbul-umbul dan bendera merah putih yang belum terjual.

“Kalau tahun kemarin awal bulan sudah ramai, sekarang sepi banget. Pembeli datangnya jarang-jarang, paling cuma lihat-lihat,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).

BACA JUGA :  Mitsubishi Siapkan Generasi Baru Xpander, Masuk Daftar 13 Model yang Akan Diluncurkan Hingga 2030

Chandra bukan orang baru dalam dunia bendera musiman. Sudah tujuh tahun ia menggantungkan rezeki dari momen Agustusan. Namun, tahun ini, menurutnya, suasananya berbeda. Ia menduga cuaca dan kondisi ekonomi menjadi alasan warga belum antusias menghias lingkungan.

“Mungkin orang nunggu dekat hari H baru belanja. Bisa juga karena hujan sering turun, jadi belum ada yang pasang dekorasi,” katanya.

Harga bendera yang dijual Chandra bervariasi, mulai dari Rp15 ribu untuk ukuran kecil hingga Rp150 ribu untuk ukuran besar. Selain bendera, ia juga menyediakan aneka perlengkapan dekorasi seperti umbul-umbul, hiasan gapura, dan latar belakang untuk panggung perayaan.

BACA JUGA :  BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 yang Beredar di Medsos adalah Hoaks

Namun, dagangan yang sudah ia siapkan sejak akhir Juli itu belum banyak terjual.

“Biasanya kalau ramai, sehari bisa laku 20-30 bendera. Sekarang paling 1 atau 2 lembar. Kalau terus sepi begini, saya bingung nutup modal,” keluhnya.

Pemandangan serupa terlihat di lapak-lapak lainnya yang berjejer di sepanjang jalan. Sebagian pedagang duduk bersandar, sebagian lainnya asyik berbincang sambil mengamati kendaraan yang melintas tanpa menoleh ke arah mereka. Bendera merah putih berkibar sendirian di tiang-tiang bambu, seolah menyapa pembeli yang tak kunjung datang.

“Ya mudah-mudahan minggu depan sudah mulai ramai,” harap Chandra, soalnya kalau sampai mendekati 17 Agustus tetap sepi, berat juga buat kami,” tukasnya. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================