
Setiap pemberhentian kirab akan diisi dengan pelayanan publik terpadu dari Pemkab Bogor, mulai dari administrasi kependudukan, pengobatan gratis, gerakan pangan murah, hingga pelayanan pembuatan SIM gratis bekerja sama dengan TNI dan Polri, serta program pelayanan lainnya.
Rudy menegaskan, kegiatan ini adalah wujud nyata pengisian kemerdekaan. Ia mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dengan menghormati simbol-simbol negara.
“Tetapi kami Pemkab Bogor berpesan, pendapat apapun itu yang terpenting jangan sentuh bendera, jangan sentuh Pancasila, jangan sentuh UUD. Itu adalah ideologi dan landasan kita bersama yang diperjuangkan dengan darah dan nyawa para pejuang kita,” tegasnya.
Menurutnya, semarak peringatan kemerdekaan harus dibarengi dengan langkah nyata membangun daerah, termasuk peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan hingga ke pelosok desa.
“Bukan hanya memperhatikan, tetapi direalisasikan. Ini tanggung jawab saya bersama Pak Ade Ruhandi. Kami melanjutkan perjuangan Raden Ipik Gandamana. Perjuangan kami hari ini bukan lagi menenteng bambu runcing, tapi mengisi kemerdekaan dengan keringat dan karya nyata,” pungkasnya.
Editor : Gistin Illiyin
Wartawan : Ilham Ariyansyah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















