Flyover Cileungsi Makin Kinclong, Tapi Angkot Masih Betah “Parkir” Sembarangan

Flyover Cileungsi
Sopir angkutan kota (Angkot) menunggu calon penumpang di kawasan fly over Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (11/8/2025). Foto : CR4/Bogor Today.

BOGORTODAY.COM – Kawasan Flyover Cileungsi di Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini tampil lebih tertib dan rapi setelah pemerintah melakukan pembenahan besar-besaran. Penataan ini meliputi pembongkaran bangunan liar (bangli) yang sebelumnya menumpuk di bahu jalan dan kolong flyover, serta pemasangan lampu lalu lintas dan zebra cross di beberapa titik strategis.

Pembongkaran bangunan liar yang kerap digunakan sebagai tempat berdagang dan berkumpul tersebut membuka kembali bahu jalan dan area pejalan kaki yang sebelumnya sempit dan semrawut. Penataan infrastruktur ini bertujuan memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pejalan kaki di jalur padat tersebut.

BACA JUGA :  Hari Tasyrik: Keutamaan, Makna, dan Amalan yang Dianjurkan dalam Islam

“Dulu rasanya sumpek, jalan terasa sempit karena bangunan di mana-mana. Sekarang jauh lebih lega dan rapi,” ujar Alvin, salah satu pengguna jalan, Senin (11/08/2025).

Meskipun demikian, sejumlah sopir angkutan kota (angkot) masih kerap berhenti atau ngetem terlalu dekat dengan lampu merah, yang berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Angkot masih saja ngetem di dekat lampu merah. Tidak menimbulkan kemacetan besar, tapi jelas melanggar aturan,” tambah Alvin.

Pengguna jalan lain, Irma, menyatakan puas dengan perubahan fisik flyover, namun berharap pemerintah menindak tegas pelanggaran lalu lintas. “Lampu merah dan zebra cross sudah bagus, tapi sopir angkot yang berhenti di area terlarang harus diawasi oleh petugas,” kata Irma saat ditemui di lokasi.

BACA JUGA :  Dada vs Paha Ayam: Mana yang Lebih Sehat? Ini Penjelasan Ahli Gizi

Penataan Flyover Cileungsi merupakan bagian dari program Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengurai kemacetan di titik-titik rawan dan memperindah tampilan kota.

Kawasan ini menjadi jalur vital yang menghubungkan Cileungsi dengan Bekasi dan Cibubur, yang dilalui ribuan kendaraan setiap hari.

Warga mengapresiasi upaya pemerintah, namun menegaskan keberhasilan jangka panjang tergantung pada kedisiplinan pengguna jalan.

“Bagus kalau pemerintah mau memperbaiki dan menata. Tapi tanpa penegakan aturan, lama-lama akan kembali seperti dulu,” kata Irma. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================