
Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan data inflasi AS yang akan dirilis Selasa. Analis pasar IG, Tony Sycamore, menilai inflasi yang lebih lemah dari perkiraan dapat memicu harapan penurunan suku bunga, sehingga berpotensi meningkatkan permintaan minyak.
Sebaliknya, inflasi tinggi bisa memperburuk kekhawatiran stagflasi dan menunda pelonggaran kebijakan moneter.
Pekan lalu, Brent mencatat penurunan mingguan sebesar 4,4 persen, sementara WTI anjlok 5,1 persen, tertekan prospek ekonomi global yang suram akibat tarif impor baru AS yang mulai berlaku pada Kamis lalu.
Kebijakan tersebut diperkirakan akan menekan aktivitas ekonomi melalui gangguan rantai pasok dan peningkatan tekanan inflasi.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















