
Anat Angrest, ibu dari salah satu sandera, mendesak para pemimpin industri agar bersuara. “Keheningan kalian membunuh anak-anak kami,” katanya.
Histadrut sebelumnya pernah menggelar mogok umum pada 2024 setelah enam sandera dibunuh Hamas, yang mengganggu sektor transportasi, perbankan, dan kesehatan. Namun, aksi tersebut kala itu dihentikan lewat putusan pengadilan.
Pemimpin oposisi Yair Lapid menyebut seruan mogok itu “dibenarkan dan tepat.” Ketua Partai Demokrat Yair Golan juga menyatakan dukungan penuh dan mengajak warga Israel untuk “turun ke jalan, melawan, dan mengganggu.”
Rencana perluasan perang yang diputuskan kabinet keamanan menuai protes keras dari keluarga 50 sandera yang masih ada di Gaza, termasuk 20 orang yang diyakini masih hidup. Mereka khawatir langkah militer itu justru mengancam keselamatan para sandera.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu membela kebijakan tersebut, menyebut Kota Gaza dan kamp-kamp pusat sebagai “dua benteng terakhir” Hamas yang harus diserang untuk “menyelesaikan tugas dan merampungkan kekalahan Hamas.”
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















