Ketua DPRD Kabupaten Bogor Desak Percepatan Penerapan Sanitary Landfill di TPPAS Galuga

BOGORTODAY.COM Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor segera merealisasikan penerapan sistem sanitary landfill di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Galuga.

Desakan ini muncul menyusul insiden longsor gunung sampah yang menelan korban jiwa pada Senin (11/8/2025).

Sastra menegaskan, penerapan metode sanitary landfill mendesak dilakukan untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.

Menurutnya, metode tersebut lebih aman karena dilakukan dengan menimbun sampah secara berlapis, memadatkannya, lalu menutupnya dengan tanah setiap hari, sehingga stabilitas timbunan meningkat dan sampah terlindungi dari air hujan yang dapat memicu longsor.

“Karena menimbun sampah secara berlapis-lapis, dipadatkan, dan ditutup dengan tanah setiap hari, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas timbunan. Juga sampah tidak terpapar air hujan yang bisa memicu pergerakan tanah,” ujarnya di Bogor, Selasa (12/8/2025).

BACA JUGA :  Bupati Bogor Ajak Penggiat Lingkungan Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Hijau Berkelanjutan

Politisi Gerindra itu menilai, metode pembuangan terbuka (open dumping) yang masih diterapkan saat ini tidak direkomendasikan karena berisiko tinggi mencemari lingkungan. Bahkan, Kabupaten Bogor pernah menerima sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup akibat masih menggunakan sistem tersebut.

“Maka itu harus dipercepat untuk penerapan sanitary landfill di TPA Galuga. Saat ini sedang dibahas bersama Pemkot Bogor langkah yang akan diambil. Saya harap pembahasan dipercepat supaya bisa segera berjalan di lapangan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Veda Ega Start dari Posisi ke-13 di Moto3 Italia 2026, Optimistis Raih Hasil Maksimal

Sebelumnya, seorang pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Agus Haris Mulyana (49), meninggal dunia akibat tertimbun longsoran sampah saat mengoperasikan alat berat di TPPAS Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB, ketika Agus sedang melakukan pengerukan tumpukan sampah.

Sastra berharap kejadian tragis tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh pemangku kepentingan untuk segera beralih ke metode pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Sanitary landfill adalah solusi agar kita bisa mengelola sampah dengan lebih aman, terkontrol, dan tidak membahayakan masyarakat maupun pekerja,” tegasnya.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : narasitime.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================