Pemkot Bogor Luncurkan Aplikasi Simoncer untuk Kawal Graduasi PKH

BOGORTODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor resmi meluncurkan Sistem Monitoring Cerdas (Simoncer) untuk mengawal proses graduasi Program Keluarga Harapan (PKH), mulai dari tahap intervensi hingga kemandirian. Peluncuran digelar di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Senin (11/8/2025), oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor Atep Budiman, dan jajaran kepala OPD.

Simoncer merupakan inovasi yang digagas oleh Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahardian, saat masih menjabat sebagai Kepala Dinsos. Dani menjelaskan, graduasi PKH dilakukan karena masih banyak penerima bantuan yang tidak tepat sasaran, seperti warga yang sudah mampu, pindah, atau meninggal namun datanya belum diperbarui.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Museum Pajajaran Mulai Dibuka Resmi untuk Umum

“Graduasi ada dua jenis. Pertama, graduasi alami yang terjadi berdasarkan pembaruan data setiap tiga bulan. Kedua, graduasi yang mendorong keluarga kurang mampu naik kelas menjadi mandiri,” ujar Dani.

Ia menambahkan, proses graduasi juga menyasar perubahan mindset penerima manfaat agar keluar dari “mental miskin”. Tahapannya diatur dalam peraturan wali kota dan dilengkapi SOP, mulai dari seleksi peserta berusia produktif, pendampingan psikologis bersama DP3A dan LK3, hingga coaching clinic kewirausahaan.

Menurut Dani, PKH di Kota Bogor memiliki sekitar 30 ribu penerima. Tahun ini, ada 400 nama yang akan mengikuti program graduasi melalui Simoncer. Targetnya, setiap pendamping PKH dapat menggraduasi 10 orang per tahun. Dengan 75 pendamping, diharapkan 750 keluarga bisa lulus dari status penerima bantuan setiap tahunnya.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa semua inovasi berbasis fakta dan data. “Bantuan tidak diberikan selamanya. Penerima harus bisa memperbaiki kehidupannya hingga mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Bogor Atep Budiman mengatakan pihaknya akan menyinkronkan Simoncer dengan program pembinaan dan edukasi Keluarga Penerima Manfaat. “Harapannya, intervensi ini dapat meningkatkan kinerja Dinsos dan mempercepat kemandirian warga,” pungkasnya.***

Bagi Halaman

Editor : Aditya Nugraha

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================