BOGORTODAY.COM – Perputaran uang di sumur minyak rakyat di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 25 juta per hari per sumur.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, sumur minyak masyarakat bukanlah sumur baru, melainkan telah ada sejak sebelum Indonesia merdeka.
“Sumur-sumurnya sudah ada sejak dulu. Selama ini mereka mengelola secara ilegal dan sering dikejar oknum aparat. Kasihan rakyat ini,” ujar Bahlil dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2025).
Melalui Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja (WK) Untuk Peningkatan Produksi Migas, pemerintah menargetkan pengelolaan sumur rakyat agar lebih teratur.
Tujuannya untuk mengurangi dampak lingkungan, mengatasi isu keselamatan dan sosial, sekaligus meningkatkan produksi minyak serta penerimaan negara. Hasil produksi nantinya dapat dibeli langsung oleh Pertamina.
Bahlil menjelaskan, satu sumur minyak rakyat mampu menyerap hingga 10 tenaga kerja. Dengan jumlah sumur mencapai 25.000–33.000 unit di seluruh Indonesia, potensi penyerapan tenaga kerja diperkirakan mencapai 250.000–330.000 orang.
“Satu sumur minimal menghasilkan 3 barel per hari. Satu barel itu 159 liter. Kalau dihitung, 159 liter dikali 3, lalu dikali harga ICP dikurangi 20%, perputaran uang minimal Rp 25 juta per hari per sumur,” jelasnya.
Pemerintah berharap kebijakan ini dapat memberi manfaat ekonomi lebih besar bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam pengelolaan sumur minyak rakyat.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















