
BOGORTODAY.COM – Film animasi Merah Putih: One for All menuai sorotan warganet usai muncul dugaan penggunaan aset animasi luar negeri yang dijual di platform Reallusion Content Store. Produsen film, Perfiki Kreasindo, pun memberikan penjelasan.
Sejumlah unggahan di media sosial membandingkan karakter dalam film tersebut dengan model 3D yang tersedia di Reallusion.
Beberapa di antaranya dinilai mirip dengan karya desainer luar negeri, seperti Jayden karya Junaid Miran, Tommy dari Chihuahua Studios, serta Ned dan Francis yang merupakan aset bawaan Reallusion.
Menanggapi hal tersebut, Eksekutif Produser sekaligus Sutradara Merah Putih: One for All, Endiarto, mengakui adanya kemiripan. Namun, ia menegaskan hal itu tidak disengaja.
“Kalau ada kemiripan itu sah saja. Pada awalnya animator kami tidak bermaksud begitu, mereka mengeluarkan segala effort-nya,” ujar Endiarto, Senin (11/8/2025).
Menurutnya, dalam film animasi terdapat kebebasan gaya visual. Interpretasi desain diformulasikan dalam bentuk visual sesuai kreativitas tim. Endiarto tidak menjawab secara langsung apakah desain tersebut diambil dari platform luar negeri.
“Kalaupun itu mendekati dan hampir mirip, kan nggak bisa kita patok begini begitu, karena dunia ini luas,” ujarnya.
Editor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















