Produsen Film Animasi Merah Putih: One for All Tanggapi Dugaan Penggunaan Aset Luar Negeri

Ia menambahkan, tim animator juga berupaya menampilkan latar yang menyerupai alam Indonesia dan pedesaan. Endiarto menyerahkan penilaian akhir kepada penonton.

“Kalau dibahas, itu kan nggak kelar-kelar. Kami serahkan justifikasi itu ke penonton. Cuma kalau belum menonton secara penuh kan tidak fair,” katanya.

Endiarto berharap masyarakat menonton terlebih dahulu sebelum memberikan komentar. Ia menegaskan, film ini dibuat khusus untuk anak-anak dengan narasi dan visual sederhana.

BACA JUGA :  Hari Raya Waisak: Makna, Sejarah, dan Tradisi Umat Buddha

“Awalnya film ini didesain khusus untuk anak-anak. Narasi simpel, visualisasi sederhana, jadi tanpa perlu berpikir rumit,” pungkasnya.

Sebagai informasi, aset animasi di Reallusion Content Store dijual seharga sekitar USD 43,50 atau Rp 700 ribuan per item.

Junaid Miran, desainer karakter 3D asal Pakistan, menjual paket 3D Stylized Toon Boys yang dinilai memiliki banyak kemiripan dengan karakter film tersebut.

BACA JUGA :  Emotional Security dalam Hubungan: Kunci Agar Cinta Tetap Harmonis dan Bertahan Lama

Beberapa aset lingkungan 3D yang mirip juga ditemukan di platform Daz3D, seperti gudang, hutan, air terjun, dan jalan perkotaan. Kritik warganet muncul lantaran bujet produksi film disebut mencapai Rp 6,7 miliar.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================