
BOGORTODAY.COM – Rusia mengakui terus mengembangkan rudal nuklir jarak menengah dan pendek meski ada moratorium pengerahan senjata tersebut.
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan moratorium hanya berlaku untuk pengerahan, bukan penghentian riset dan pengembangan.
“Selama moratorium, kami memanfaatkan waktu untuk mengembangkan sistem yang tepat dan membangun persenjataan yang substansial. Sejauh yang saya pahami, kami sekarang memilikinya,” ujar Ryabkov, dikutip RIA dari wawancaranya dengan televisi Rossiya-1, Senin (11/8/2025).
Awal Agustus, Rusia mencabut moratorium sepihak itu, menuding Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mengembangkan dan mempersiapkan pengerahan rudal jarak menengah di Eropa dan wilayah lain.
Moskow menilai langkah AS menciptakan ancaman langsung terhadap keamanan Rusia serta berpotensi memicu eskalasi ketegangan antara kekuatan nuklir.
Perjanjian penghapusan rudal jarak menengah dan pendek berbasis darat antara Uni Soviet dan AS yang diteken 1987 telah runtuh sejak AS keluar pada 2019 di masa Presiden Donald Trump, dengan tuduhan pelanggaran oleh Rusia yang dibantah Moskow.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















