Lapor! Kabel Semrawut di Tlajung Udik Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Kabel semrawut
Kabel internet menjuntai rendah dan melilit tidak beraturan di tiang utilitas di pertigaan Jalan Raya Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Rabu (13/8/2025). Kondisi ini dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan pengguna jalan. Foto : CR4/Bogor Today.

BOGORTODAY.COMKabel semrawut yang menjuntai rendah di pertigaan Jalan Raya Tlajung Udik, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dikeluhkan warga karena membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kabel diduga milik sejumlah penyedia layanan telekomunikasi itu terlihat melilit tidak beraturan di tiang utilitas, sebagian bahkan hampir menyentuh kepala pejalan kaki.

Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalur tersebut. Kondisi kabel yang rendah disebut berisiko tersangkut, terutama bagi pengendara sepeda motor dan truk bertonase besar.

“Kalau tidak hati-hati, bisa tersangkut di helm. Pernah motor di depan saya hampir terjerat kabel,” kata Sandi (35), warga setempat, Rabu (13/8/2025).

BACA JUGA :  Ngaku Lapar, Badut Jalanan Gasak Dompet PKL Cileungsi 

Warga menyebut masalah ini sudah berlangsung lama tanpa penanganan menyeluruh. Perbaikan yang dilakukan teknisi provider hanya bersifat parsial.

Ratna (41), penumpang angkutan umum menyebut, perbaikan hanya dilakukan pada satu titik, sementara kabel lain tetap semrawut sehingga tiang listrik di lokasi itu lama-kelamaan tampak seperti jemuran.

“Diperbaiki cuma satu titik, kabel lain tetap semrawut. Lama-lama tiang listrik di sini seperti jemuran,” ujar Ratna

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Kondisi kabel yang tidak rapi dinilai semakin berbahaya saat musim hujan, karena berpotensi tertarik atau putus dan mencelakakan pengguna jalan.

Keluhan juga disampaikan Fajar (29), seorang pengemudi ojek online. Menurutnya, warga tidak mengetahui apakah kabel tersebut masih aktif atau tidak.

“Kami tidak tahu kabel itu masih aktif atau tidak,” kata Fajar, pengemudi ojek online.

Warga meminta pemerintah daerah bersama penyedia layanan internet segera melakukan penataan menyeluruh.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru dibenahi,” sambungnya. (CR4)

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================