Mengapa Dapur Bisa Panas dan Lembap Meski Tidak Dipakai? Ini Penyebab dan Solusinya

BOGORTODAY.COM Dapur adalah salah satu ruangan yang hampir setiap hari digunakan, selama rumah dihuni. Karena itu, kenyamanan dapur seharusnya menjadi prioritas, sama seperti kamar tidur.

Apalagi, aktivitas memasak sering membutuhkan waktu lama dan dilakukan sambil berdiri, sehingga suasana dapur yang sejuk dan kering akan membuat kegiatan lebih menyenangkan.

Sayangnya, tak jarang dapur terasa pengap, panas, atau lembap bahkan ketika tidak digunakan. Kondisi ini tidak selalu disebabkan oleh kompor yang menyala atau sumber panas lainnya, melainkan dipicu oleh faktor eksternal yang sering luput dari perhatian.

Lebih dari sekadar membuat tidak nyaman, dapur yang panas dan lembap dapat mempercepat pertumbuhan jamur pada dinding, kitchen set, hingga plafon.

Jamur hitam yang muncul bukan hanya merusak estetika, tetapi juga berisiko bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan.

Dilansir dari Europe Enchanting, berikut beberapa penyebab dapur terasa panas dan lembap beserta solusi yang bisa dilakukan.

  1. Ventilasi Udara yang Kurang Memadai

Ventilasi adalah elemen vital di rumah, terutama di dapur dan kamar mandi. Fungsinya tidak hanya memasukkan cahaya alami, tetapi juga menukar udara panas di dalam ruangan dengan udara segar dari luar. Tanpa ventilasi yang baik, dapur akan cepat terasa pengap dan lembap.

BACA JUGA :  7 Tips Awet Muda untuk Pria agar Tetap Prima dan Percaya Diri

Solusi:
Jika dapur terlanjur dibangun tanpa ventilasi, bisa diakali dengan pemasangan AC atau kipas angin. Namun, kipas hanya membantu sirkulasi udara, bukan menurunkan suhu. Exhaust fan juga bisa menjadi pilihan efektif untuk membuang udara panas keluar.

  1. Pengaruh Cuaca dan Curah Hujan

Suhu udara yang turun drastis saat musim hujan membuat kandungan uap air di udara meningkat. Jika dapur memiliki akses langsung ke luar, seperti pintu belakang, udara lembap akan mudah masuk dan membuat ruangan terasa sesak.

Solusi:
Gunakan cat tahan air (waterproof) pada dinding luar dapur yang juga anti-jamur dan anti-lumut. Lakukan waterproofing pada atap untuk mencegah rembesan air hujan yang dapat memperburuk kelembapan.

  1. Lantai yang Tidak Tahan Air

Lantai yang selalu terasa basah atau dingin meskipun cuaca panas bisa menjadi tanda adanya kelembapan dari bawah tanah. Ini terjadi jika lapisan semen tidak kedap air, sehingga air tanah merembes ke permukaan.

BACA JUGA :  Kesehatan Pencernaan Anak Tak Boleh Diabaikan, Ini Tanda Saluran Cerna yang Sehat

Solusi:
Jika kondisinya sudah parah, mau tidak mau lantai perlu dibongkar hingga fondasi untuk memasang lapisan yang lebih kedap air.

  1. Lokasi Dapur Dekat Kamar Mandi

Selain kurang ideal secara feng shui, posisi dapur yang berdekatan dengan kamar mandi juga rentan menambah kelembapan. Kamar mandi yang sering basah, jarang kering, dan minim ventilasi bisa memengaruhi kondisi udara di sekitar dapur.

Solusi:
Pasang exhaust fan di kamar mandi untuk membuang udara lembap keluar. Menaruh kapur barus atau kamper juga dapat membantu mengurangi kelembapan.

Dapur yang panas dan lembap bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga kesehatan penghuni rumah.

Dengan memperhatikan sirkulasi udara, perlindungan terhadap air hujan, ketahanan lantai, dan tata letak ruangan, dapur bisa menjadi tempat yang sejuk, bersih, dan menyenangkan untuk beraktivitas.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================