Sri Mulyani Kritik Dampak Negatif Kapitalisme dan Komunisme, Dorong Ekonomi Islam Jadi Jalan Ketiga

“Dalam konteks pergulatan ideologi dunia inilah, ekonomi Islam muncul dan seharusnya menjadi inspirasi atau sekaligus jalan ketiga,” tuturnya.

Ia mengaitkan prinsip ekonomi syariah dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang dinilainya sejalan karena mengedepankan keadilan.

Namun, Sri Mulyani menekankan penerapan ekonomi syariah harus menghindari inefisiensi dan moral hazard.

BACA JUGA :  Resep Bubur Kacang Hijau, Menu Sarapan Hangat dan Bergizi

Menurutnya, penerapan prinsip ekonomi syariah juga harus meneladani empat sifat Rasulullah SAW—shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah—yang dapat diterjemahkan dalam praktik good governance.

“Tabligh itu berarti transparansi. Mengelola ekonomi tanpa transparansi, pasti banyak syaiton nirojim. Fathonah artinya cerdas, karena dunia berubah begitu cepat dan teknologi akan mengubah segalanya,” jelasnya.

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

Di akhir paparannya, Sri Mulyani mengingatkan pentingnya masyarakat membayar pajak. Ia menyebut dalam setiap rezeki terdapat hak orang lain yang bisa disalurkan melalui zakat, wakaf, atau pajak.

“Pajak itu kembali kepada yang membutuhkan,” tegasnya.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================