Jalan Kaki Setelah Makan, Rahasia Kecil untuk Sehat dan Bugar

BOGORTODAY.COM – Godaan untuk langsung rebahan setelah menyantap hidangan lezat memang sulit ditolak.

Namun, para ahli kesehatan menyarankan sebaliknya: luangkan waktu untuk berjalan kaki beberapa menit. Aktivitas sederhana ini diyakini membawa beragam manfaat bagi tubuh.

Melansir Eating Well, berjalan kaki setelah makan tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga mampu menurunkan kadar gula darah, memperbaiki sirkulasi, hingga mendukung kesehatan mental.

  1. Menurunkan gula darah

Ahli gizi dan certified personal trainer Chrissy Carroll menjelaskan, jalan kaki singkat usai makan membantu mencegah lonjakan gula darah.

Penelitian menunjukkan, olahraga ringan setelah makan dapat memperbaiki respons glikemik, bahkan pada individu tanpa diabetes. Efeknya lebih signifikan jika dilakukan setelah makan dibanding sebelum makan.

  1. Memperlancar pencernaan
BACA JUGA :  Kontrakan Jadi Gudang Tembakau Sintetis, Dua Bandar Dibekuk

Berjalan kaki 10–15 menit usai makan dapat merangsang sistem pencernaan, mengurangi rasa kembung, gas, dan nyeri perut.

Gerakan tubuh membantu makanan bergerak lebih lancar di saluran cerna sekaligus mencegah sembelit.

  1. Meningkatkan sirkulasi darah

Seperti aktivitas fisik lainnya, berjalan kaki meningkatkan aliran darah sehingga distribusi oksigen dan nutrisi menjadi lebih optimal. Sirkulasi yang baik penting untuk menjaga fungsi organ dan stamina tubuh.

  1. Menurunkan tekanan darah

Rutin berjalan kaki dapat membantu mengontrol hipertensi. Studi menemukan, penderita tekanan darah tinggi mengalami penurunan signifikan setelah satu tahun rajin berjalan. Manfaat ini bahkan tetap terlihat pada kasus hipertensi resisten.

  1. Mendukung penurunan berat badan

Jalan kaki setelah makan juga dapat membantu menciptakan defisit kalori yang diperlukan untuk menurunkan berat badan.

BACA JUGA :  Alwi Farhan Tembus Semifinal Australia Open 2026, Bidik Prestasi Lebih Tinggi dari Musim Lalu

Penelitian menunjukkan, berjalan 30 menit per minggu dapat mengurangi berat badan dan lemak tubuh, dengan efek lebih besar jika dilakukan hingga 150 menit per minggu sesuai rekomendasi WHO.

  1. Meningkatkan suasana hati

Selain menyehatkan fisik, berjalan kaki meningkatkan hormon serotonin, dopamin, dan endorfin yang berperan dalam memperbaiki mood.

Untuk membiasakan diri, Carroll menyarankan teknik habit stacking, seperti menambahkan jalan kaki singkat setelah rutinitas mencuci piring malam hari.

Dengan segudang manfaat ini, tidak ada salahnya mulai membiasakan diri berjalan kaki usai makan. Aktivitas ringan ini mudah dilakukan, tidak membutuhkan peralatan khusus, dan dapat menjadi investasi sederhana bagi kesehatan jangka panjang.

Bagi Halaman

Editor : Gistin Illiyin

Sumber : CNNIndonesia

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================