Indocement Respons Cepat Usai Insiden Debu Semen Plant 5

Indocement
PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Foto : Dok. Indocement.

BOGORTODAY.COM – PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement) menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat sekitar Plant 5 Kompleks Pabrik Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat setelah terjadinya insiden jatuhan debu semen, Minggu (10/8/2025).

General Manager Operation Kompleks Pabrik Citeureup, Setia Wijaya menyebut, peristiwa ini terjadi saat Plant 5 sedang tidak beroperasi dan pekerja melakukan pembersihan sumbatan (clogging) di bagian pemisahan material.

“Debu yang tidak terduga keluar pada saat lubang pemeriksaan/check hole dibuka dan tertiup angin ke arah pemukiman masyarakat,” jelasnya

Setia menambahkan, pekerja segera menutup lubang check hole sehingga dalam waktu sekitar tiga menit, jatuhan debu semen langsung teratasi.

BACA JUGA :  Tanda Kolagen Menurun pada Kulit dan Faktor yang Mempercepat Penuaan Wajah

Pasca kejadian, Indocement telah berkoordinasi dengan warga terdampak melalui kepala desa dan sekretaris desa.

“Kami juga telah melakukan evaluasi dan koreksi terhadap prosedur pembersihan sumbatan untuk tidak dilakukan dalam kondisi angin yang bertiup kencang, agar kejadian peristiwa ini tidak terulang kembali di seluruh kompleks pabrik Indocement,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, hujan debu sempat menyelimuti Kampung Cigeger, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Peristiwa itu membuat warga panik, sementara jalanan, kendaraan, dan atap rumah tertutup lapisan debu putih tebal.

“Debunya turun sangat deras, semuanya putih. Jemuran jadi kotor, napas susah, jadi harus menutup mulut. Debu semen kalau terhirup berbahaya,” kata Samingan, warga RT 03 Kampung Cigeger, kepada bogortoday.com, Rabu (13/8/2025).

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Samingan menambahkan, tebaran debu seperti ini baru kali pertama terjadi. Area terdampak diperkirakan lebih dari 100 meter.

Pemerintah Desa Citeureup menduga debu tersebut berasal dari kebocoran salah satu pabrik semen yang terbawa angin hingga ke pemukiman.

Data dari pemerintah desa menunjukkan sedikitnya 1.200 kepala keluarga terdampak. Pemerintah desa bekerja sama dengan Puskesmas Citeureup menggelar pemeriksaan kesehatan massal, khususnya untuk warga yang mengalami gangguan pernapasan. ***

Bagi Halaman

Editor : Bas

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================