Pancaroba Picu Lonjakan Cikungunya di Kabupaten Bogor, Begini Kata Dinkes

Meski tidak mematikan, Cikungunya dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Gejala yang paling sering muncul adalah nyeri sendi hebat, pegal-pegal, hingga membuat penderitanya sulit bergerak.

“Kalau daya tahan tubuh baik, dalam dua minggu bisa sembuh sendiri tanpa penanganan khusus. Kadang memang ada sisa rasa pegal beberapa minggu, tapi tidak berat,” ujar Adang.

BACA JUGA :  Kejagung Geledah Kantor BGN, Pemerintah Minta Publik Hormati Proses Hukum

Fenomena ini, menurut Adang, berkaitan erat dengan pola cuaca di musim pancaroba. Perubahan suhu dan kelembapan menjadi faktor pendukung perkembangbiakan nyamuk. Itulah mengapa pemberantasan sarang nyamuk menjadi kunci utama pencegahan.

“Yang utama pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M. Kalau itu dilakukan, Cikungunya dan DBD bisa hilang,” tegasnya.

BACA JUGA :  Puncak HJB ke-544, Pemkot Bogor Tabur Penghargaan Bagi Masyarakat Kontributif dan Mitra Strategis

Adang mengingatkan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah. Langkah 3M, Menguras, Menutup, dan Mengubur tempat penampungan air tetap menjadi cara paling efektif.

Halaman:
« 1 2 » Semua

Editor : Bas

Wartawan : Rifki Ramadhan

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================