
Setelah perawatan, pihak RSUD meminta relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) untuk menjemput korban. Berdasarkan arahan Dinas Sosial, korban kemudian dititipkan di Yayasan Silih Asih.
“Karena patah kakinya belum sembuh dan kondisinya tidak stabil, kami kesulitan mengurus korban,” kata Nani.
Ia menambahkan, yayasan mengalami kendala biaya dalam merawat korban, terutama untuk kebutuhan perawatan patah tulang dan kebutuhan harian seperti pampers.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















