
BOGORTODAY.COM – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan rencana pembelian senjata Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$90 miliar atau sekitar Rp1.459 triliun.
Dana tersebut akan berasal dari pendanaan Eropa sebagai bagian dari paket jaminan keamanan yang diberikan AS dan NATO.
Zelensky menyebutkan, pembelian ini menjadi salah satu hasil dari pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih, Senin (18/8/2025).
“Kesepakatan ini merupakan bagian dari jaminan keamanan untuk memastikan Ukraina memiliki pertahanan yang kuat pasca-perang,” ujar Zelensky, dikutip dari CNN.
Fokus Pertemuan AS–Eropa
Pertemuan antara Trump, Zelensky, dan para pemimpin Eropa di Gedung Putih berlangsung hanya beberapa hari setelah Trump bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pada 15 Agustus. Agenda utama pembahasan adalah nasib Ukraina dan prospek perdamaian dengan Rusia.
Meski begitu, hingga kini belum ada kesepakatan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. Para pakar menilai Putin justru berhasil mendapatkan keuntungan besar dari pertemuan dengan Trump, termasuk pemulihan hubungan diplomatik dengan AS.
Trump sendiri menyebut bahwa Putin siap bertemu Zelensky untuk membahas negosiasi damai, namun belum ada detail lebih lanjut mengenai hal tersebut.
Produksi Drone Ukraina
Selain pembelian senjata, Zelensky juga menyebutkan adanya peluang Ukraina memproduksi pesawat tanpa awak (drone). Beberapa di antaranya bahkan direncanakan akan dibeli oleh AS. Meski begitu, pembicaraan ini masih dalam tahap awal dan belum final.
Kesepakatan resmi antara Ukraina, AS, dan Eropa dijadwalkan akan diumumkan pekan depan, sekitar sepuluh hari setelah pertemuan Gedung Putih.
Potensi Pertemuan Zelensky–Putin
Perdana Menteri Jerman Friedrich Merz mengungkapkan bahwa Putin sudah menyatakan kesediaannya bertemu Zelensky dalam dua pekan mendatang. Namun, lokasi pertemuan masih belum diputuskan.
Sementara itu, Ukraina terus menegaskan kebutuhan akan jaminan keamanan internasional, guna memastikan stabilitas pasca-perang dan mencegah terulangnya agresi Rusia di masa depan.
Bagi HalamanEditor : Gistin Illiyin
Sumber : CNNIndonesia
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















