
Meski menimbulkan keresahan, angkot tetap menjadi moda transportasi utama bagi warga Bogor Timur yang meliputi Cileungsi, Gunung Putri, dan Citeureup. Minimnya transportasi massal membuat warga tidak memiliki alternatif lain untuk aktivitas sehari-hari.
Nurlela (42), warga Cileungsi, menyampaikan kekhawatirannya terkait keselamatan anak-anak sekolah yang mengandalkan angkot.
“Kalau pagi anak-anak sekolah ya naiknya angkot. Tapi sering juga sopir ngebut dan ugal-ugalan, bikin khawatir,” katanya.
Warga berharap ada perubahan perilaku sopir agar lebih tertib dalam berlalu lintas. (CR4)
Editor : Bas
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















