
“Apabila ada sesuatu, silakan bicarakan dengan baik sehingga ada titik temu. Jangan sampai menimbulkan kerugian dan korban,” tegas Whika.
Tokoh masyarakat setempat menuturkan, konflik dua kampung ini berawal dari perselisihan lama yang tak pernah benar-benar selesai. Meski beberapa kali mereda, ketegangan tetap terasa, terutama saat ada kegiatan yang melibatkan massa besar seperti turnamen olahraga maupun hajatan kampung.
Situasi itu memunculkan kerentanan, hingga akhirnya pecah kembali dalam bentrokan yang menewaskan seorang warga pada akhir pekan lalu.
Dikabarkan sebelumnya, dalam bentrokan Minggu (17/8/2025) malam, seorang warga berinisial WS (42) tewas akibat luka tusuk senjata tajam.
Polisi bergerak cepat dan menangkap AF (20), terduga pelaku utama pembacokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di rumahnya, Selasa (19/8/2025). Dalam kasus ini AF ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman 15 tahun penjara.
Editor : Bas
Wartawan : Rifki Ramadhan
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















